Sukses

Ada Tekanan Ekonomi Global, Pemerintah Bakal Beri Pengusaha Ruang Gerak

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha sangat dibutuhkan. Apalagi dalam menghadapi tekanan pelemahan ekonomi global.

"Karena kalau tidak, Pemerintah mungkin khawatir dengan shortfall penerimaan dan dalam situasi seperti ini, instruksinya adalah kejar pajak sampai dimana pun, sampai kapan pun, maka akan mengejar sampai ke seluruh hal," kata dia, di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, seperti ditulis Sabtu (16/11/2019).

Jika pemerintah terlampau gencar mengejar pajak, maka alih-alih meningkatkan perekonomian, kebijakan tersebut justru menurunkan kinerja ekonomi nasional.

 

"Dan itu sesuatu yang tidak ingin terjadi pada saat kita menghadapi siklus bisnis yang sedang menurun. Namun di sisi lain kita juga harus menjaga keberlangsungan dari APBN.

Pemerintah, lanjut Sri Mulyani, mengakui bahwa dalam tekanan ekonomi global seperti sekarang, pelaku usaha membutuhkan ruang bergerak. Karena itu, Pemerintah perlu menciptakan kebijakan yang di satu sisi menjaga penerimaan, tapi sisi lain mendukung keberlangsungan usaha.

"Kita selalu menyampaikan pesannya, kami tahu dunia sedang sedang mengalami tekanan. Kita melihat, dan kita memahami kalau penerimaan pajak menurun. Namun itu tidak berarti kami tidak melakukan pekerjaan ekstensifikasi dan intensifikasi. Namun itu dilakukan dengan perhitungan," jelas dia.

"Kita coba untuk terus mengumpulkan pajak sehingga kita memiliki penerimaan pajak yang setara dengan negara-negara yang sama dengan kita atau bahkan lebih baik namun tanpa menimbulkan back fire," tandas Sri Mulyani.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Sri Mulyani Ingatkan Pengusaha Agar Tak Coba-Coba Hindari Pajak

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan saling percaya antara pemerintah dan pelaku usaha sangat dibutuhkan dalam membangun ekonomi. Termasuk dalam hal membayar pajak.

Jika pelaku usaha sadar akan kewajibannya kewajiban pajaknya, maka mereka akan tenang dalam menjalankan usaha dan mengembangkan bisnis.

"Jika mereka memiliki trust dan confidence maka mereka akan menyalurkan semua energi dan pikirannya untuk mengembangkan usaha bukan untuk mengakali peraturan," ujar dia, di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta seperti ditulis Sabtu (16/11/2019).

Sri Mulyani Minta Pemda Tak Habiskan APBD Buat Perjalanan Dinas

Sebaliknya, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, jika pelaku bisnis tidak memiliki kesadaran juga kerelaan untuk memenuhi tanggung jawab, maka hal tersebut bisa mengganggu proses bisnis.

"Kalau dia 24 jam, 7 hari seminggu, para pengusaha itu sebagian besar waktu memikirkan bagaimana bisa menciptakan nilai tambah, inovasi, ekspansi usaha, maka ekonomi juga akan maju," urai Sri Mulyani.

Selain itu, hal tersebut akan membuat relasi antara pemerintah, dalam hal ini institusi pemungut pajak dengan pelaku usaha menjadi tidak akrab dan penuh kecurigaan.

"Tapi kalau bagaimana mengakali aturan, bagaimana kita bisa hiding, menghindari maka itu menjadi usaha yang merugikan ekonomi dan menciptakan juga bagi pemerintah untuk selalu curiga juga," tandas Sri Mulyani.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani Kembali Masuk Daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia Versi Forbes
Artikel Selanjutnya
Jurus Sri Mulyani Kejar Sisa Target Pajak Rp 441 Triliun Jelang Akhir Tahun