Sukses

Sambut Akhir Pekan, IHSG Ditutup Melemah ke 6.207,19

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan saham Jumat ini. Nilai tukar rupiah berada di level 14.039 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan saham Jumat(1/11/2019), IHSG ditutup di zona merah dengan turun 21,12 poin atau 0,34 persen ke posisi 6.207,19. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,48 persen ke posisi 980,08.

Sebanyak 135 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 299 saham menguat dan 128 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 573.802 kali dengan volume perdagangan 18,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,9 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 347,96 triliun miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.035.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor berada di zona hijau yaitu sektor industri dasar yang naik 1,35 persen dan sektor keuangan naik 0,33 persen.

Sementara sektor yang melemah antara lain sektor aneka industri yang anjlok 1,87 persen. Disusul sektor pertambangan yang turun 1,8 persen dan sektor infrastruktur yang turun 1,58 persen.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain BLUE yang naik 24,74 persen ke Rp 474 per saham, SMMA naik 20 persen ke Rp 11.550 per saham dan KBLM naik 17,86 persen ke Rp 330 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain LUCK turun 25 persen ke Rp 975 per saham, POSA turun 16 persen ke Rp 63 per saham dan MLPT turun 14,29 persen ke Rp 600 per saham.

2 dari 3 halaman

Sesuai Prediksi

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak melemah di pasar saham. Pemangkasan suku bunga acuan The Fed belum mampu menopang indeks.

Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper menjelaskan, penurunan suku bunga Federal Reserve belum mengkerek gerak indeks karena rencana negosiasi damai dagang antara AS-China batal untuk direalisasikan.

"Meski the Fed lakukan pemangkasan tapi belum mampu mendorong penguatan IHSG. Itu karena kesepakatan Amerika Serikat dan China dibatalkan," ungkap dia dalam risetnya Jumat (1/11/2019).

Untuk rentang IHSG, pihaknya menilai indeks akan ditransaksikan ke zona merah pada kisaran support 6.164-6.196 dan resistance 6.281-6.334.

Senada, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat menuturkan, menjelang penantian rilis data inflasi bulan Oktober 2019 IHSG terindikasi terkoreksi.

Kata dia, indeks kemungkinan akan bergerak tertahan dengan support-resistance di level 6.171-6.250

Adapun dia bilang investor dapat mengoleksi saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Sedangkan Dennies cenderung mencermati saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), hingga saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Investor Asing Borong Saham, IHSG Dibuka Menguat ke 6.136,85
Artikel Selanjutnya
Ditekan Sentimen Global, IHSG Bakal Menguat Terbatas