Sukses

Berseteru dengan China, AS Bakal Lebih Mesra dengan India?

Liputan6.com, Jakarta - Menurut analisis politik global, perekonomian di India memang tidak sebesar China, tetapi India bisa menjadi mitra yang baik bagi Amerika di tengah perang dagang berkepanjangan dengan China.

"India merupakan negara yang sangat besar dan memiliki sistem ekonomi yang relatif kuat sehingga memiliki banyak potensi. Tentu saja India dapat menjadi mitra strategis dengan Amerika," kata Rodger Baker, wakil presiden analisis strategis di perusahaan intelijen geopolitik, sepeti dikutip dari laman CNBC, Selasa (7/10/2019)

Belum lama ini, Presiden AS, Donald Trump dan Perdana Menteri India, Narendra Modi mengadakan pertemuan di Texas. Pertemuan itu diperkirakan menghasilkan kesepakatan perdagangan antara negara dengan ekonomi terbesar di dunia dan negara dengan ekonomi  terbesar keenam di dunia.

Sebelumnya AS-India sempat mengalami ketegangan perdagangan yang saat itu Amerika mengakhiri perdagangan istimewa dengan India. India pun sempat menaikkan tarif pada 28 produk AS. Saat itu Donald Trump merasa tidak terima atas kenaikan harga yang ditetapkan India.

Tetapi ketegangan perdagangan antara Amerika- india saat itu dikerdilkan dengan pemberitaan perang dagang Amerika-China. Perang dagang Amerika-China menyebabkan terganggunya ekonomi global.

Sehingga perang dagang antara Amerika dan China itu membawa dampak baik bagi negara-negara seperti Vietnam, Indonesia, dan negara bagian di Asia Tenggara, kata Rodger Baker.

Reporter: Chrismonica

2 dari 3 halaman

Kalahkan China, India dan Filipina Bakal Jadi Pendorong Utama Ekonomi Dunia

India dan Filipina akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi global dalam dekade berikutnya. Pertumbuhan ekonomi kedua negara ini akan mengalahkan China. Hal tersebut dibuktikan berdasarkan sebuah studi Oxford Economics yang dikeluarkan awal tahun ini.

Dalam riset tersebut, terdapat 10 negara berkembang yang akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dalam sepuluh tahun ke depan. Cina berada diperingkat keempat dalam daftar tersebut, di belakang Indonesia. Sedangkan pertama dan kedua adalah India dan Filipina.

Menurut peneliti, Louis Kuijis, alasan mengapa India dan Filipina menjadi unggul dalam perekonomian karena kedua negara tersebut sebenarnya sama dengan negara lain yang memiliki potensi untuk mengejar ketertinggalan.

"Pada dasarnya, ceritanya sama untuk kedua negara ini. Mereka berdua masih relatif miskin. Artinya ada banyak potensi untuk mengejar ketinggalan," jelas Louis Kuijis yang dikutip dari Forbes Jumat (13/9/2019).

Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita di India hampir seperempat dari PDB di Cina, sedangkan PDB per kapita Filipina hampir sepertiga dari China

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
RUU Kewarganegaraan Baru Sah Picu Ricuh, PM Shinzo Abe Tunda Agenda ke India
Artikel Selanjutnya
Di India, Menlu Retno Bahas Fokus Konektivitas Aceh-Andaman