Sukses

Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Melemah ke 6.236,13

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan saham jelang akhir ini. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.253.

Pada pra pembukaan perdagangan, Jumat(23/8/2019), IHSG turun 11,11 poin atau 0,18 persen ke level 6.228,13. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG turun tipis 3,11 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.236,13.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,38 persen ke posisi 968,49. Seluruh indeks acuan berada di zona merah.

Pada awal pembukaan perdagangan sebanyak 84 saham menguat. Selain itu 35 saham melemah dan 111 saham diam di tempat.

Pada awal perdagangan hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.237,27 dan terendah 6.228,13.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 18.620 kali dengan volume perdagangan 1,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 264,3 miliar.

Investor asing jual saham Rp 23,72 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.253.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, lima sektor berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor infrastruktur yang anjlok 1,05 persen. Disusul sektor keuangan turun 0,56 persen dan sektor aneka industri yang turun 0,55 persen

Sementara lima sektor lainnya berada di zona hijau. Sektor saham yang menguat dipimpin sektor pertambangan yang naik 0,76 persen. Kemudian disusul sektor perkebunan naik 0,11 persen dan sektor industri dasar yang naik 0,21 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga membawa IHSG ke zona merah antara lain saham AGRS turun 13,33 persen ke posisi Rp 286 per saham, saham LPLI melemah 8,4 persen ke posisi Rp 109 per saham dan saham KICI turun 8,26 persen ke posisi Rp 222 per saham.

Sedangkan saham-saham yang menguat antara lain INCF menguat 11,59 persen turun ke level Rp 77 per saham, SKYB naik 6 persen ke level Rp 106 per saham dan BAPA menguat 5,88 persen ke angka Rp 90 per saham.

 

 

2 dari 3 halaman

Penurunan Bunga BI Diprediksi Belum Sanggup Dongkrak IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan terkonsolidasi untuk perdagangan saham Jumat (23/8/2019).

Sejumlah analis menilai, meski Bank Indonesia (BI) telah kembali memangkas suku bunga acuanya menjadi 5,50 persen, gerak indeks belum akan terdongkrak ke teritori positif.

Penyebabnya, pergerakan indeks masih didominasi dari sentimen eksternal, mulai dari ketidakpastian dagang Amerika Serikat (AS)-China hingga isu resesi yang akan menimpa Amerika Serikat.

"Pelemahan lebih disebabkan sentimen global dan indeks belum akan bergerak ke zona hijau meski BI sudah memotong suku bunga acuannya kembali," papar Indosurya Bersinar Sekuritas dalam risetnya hari ini.

Hari ini, tim riset Indosurya Sekuritas memprediksi IHSG akan ditransaksikan melemah pada kisaran 6.123-6.372.

Hal senada diutarakan riset Kiwoom Sekuritas. Pihaknya memproyeksi IHSG masih akan berlabuh ke zona merah dalam rentang 6.211-6.266.

Di tengah pelemahan IHSG, Kiwoom Sekuritas menyarankan untuk mengoleksi saham PT Astra International Tbk (ASII), PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sedangkan Indosurya Sekuritas lebih menganjurkan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI),PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), serta saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).  

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka Menguat pada Awal Pekan Ini
Artikel Selanjutnya
Awal Pekan, IHSG Diramal Kokoh di Zona Hijau