Sukses

Wall Street Menguat Dipicu Redanya Perang Dagang AS-China

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menguat pada Senin (Selasa pagi WIB) dipimpin penguatan saham teknologi karena kemajuan negosiasi dagang AS dan China serta sinyal penangguhan hukuman untuk perusahaan telekomunikasi asal China, Huawei.

Meski sempat melemah di awal perdagangan, indeks S&P 500 masih berhasil ditutup pada rekor tertinggi setelah AS dan China sepakat melanjutkan pembicaraan perdagangan. Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga memutuskan tidak ada menerapkan tarif baru dan melonggarkan pembatasan pada Huawei Technologies Co Ltd.

Sementara China setuju membeli produk-produk agrikultur asal AS dalam jumlah besar. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan G20 di Osaka, Jepang pada Sabtu.

Sejauh ini, saham teknologi di Wall Street berkinerja terbaik pada 2019, melonjak 1,45 persen ditopang kenaikan Apple Inc (AAPL.O) sebesar 1,83 persen.

Pembuat chip dengan eksposur pendapatan yang cukup besar ke China melonjak hampir 5 persen sebelum akhirnya turun. Terakhir menunjukkan kenaikan 2,65 persen dalam indeks Philadelphia Semiconductor yaitu pemasok Huawei Micron Technology Inc (MU.O) naik 3,9 persen.

Indeka Dow Jones Industrial Average naik 117,47 poin atau 0,44 persen menjadi 26.717,43, indeks S&P 500 naik 22,57 poin atau 0,77 persen menjadi 2.964,33 dan indeks Nasdaq Composite menambahkan 84,92 poin, atau 1,06 persen menjadi 8.091,16.

Pasar saham mengalami aksi jual tertajam sebesar 6,6 persen pada Mei tahun ini, setelah gangguan dalam pembicaraan perdagangan AS-China memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Tetapi harapan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (the Fed) akan memangkas suku bunga untuk mempertahankan pertumbuhan kuat ekonomi AS, dan pergantian dovish oleh bank sentral di seluruh dunia, membantu S&P 500 dan indeks Dow Jones mencatat kinerja terbaik dalam beberapa dekade pada Juni.

Meskipun ada sinyal positif dalam negosiasi dagang AS-China, pedagang masih mengantisipasi langkah the Fed berikutnya akan menjadi penurunan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan kebijakan 30-31 Juli.

Data menunjukkan pertumbuhan manufaktur mendingin di Amerika Serikat pada Juni. Sementara aktivitas pabrik menyusut di sebagian besar Eropa dan Asia, lebih jauh mendukung ekspektasi penurunan suku bunga.

Penguatan Dow Jones tertahan penurunan 2,1 persen saham Boeing Co (BA.N) setelah sebuah laporan bahwa jaksa federal telah memanggil Boeing terkait catatan produksi 787 Dreamliner di South Carolina. Wynn Resorts Ltd (WYNN.O) melonjak 5,9 persen, terbesar di S&P, karena pendapatan dari aktivitas perjudian di Macau, China naik lebih dari yang diharapkan pada Juni.

Loading
Artikel Selanjutnya
Perang Dagang Berlanjut Bikin Ekspor China Menurun
Artikel Selanjutnya
Donald Trump Minta Bank Dunia Tak Lagi Beri Pinjaman ke China