Sukses

Bank Dunia Harap Segera Tercipta Resolusi Perang Dagang AS-China

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) telah sepakat untuk tidak memberlakukan tarif dagang baru untuk China. Selain itu, AS dan China kini sedang melakukan pembahasan terkait masalah ketegangan dagang yang sudah terjadi beberapa waktu lalu.

Lead Economist World Bank Indonesia, Frederico Gil Sander, mengatakan bahwa turunnya tensi perang dagang AS-China merupakan dampak positif dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Sebagai informasi pertemuan tersebut diselenggarakan di Osaka, Jepang.

"Apa dampak dari pertemuan G20 bagi hubungan, perdagangan global dan sektor eksternal Indonesia. Sangat jelas itu merupakan perkembangan yang sangat positif," kata dia, di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Meredanya tensi perang dagang, lanjut dia memberikan sinyal positif bagi turunnya ketidakpastian dalam ekonomi global.

"Resolusi tensi perdagangan antara AS dan China bisa merupakan perkembangan yang sangat yang sangat positif bagi ekonomi global," jelas dia.

Dia menjelaskan, ketidakpastian dalam ekonomi global bakal mengganggu para investor yang hendak menanamkan modal. Ketidakpastian tentu mengganggu rencana bisnis dan investasi. Hal ini tentu akan berdampak negatif bagi perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

"Investor, baik investor yang melakukan FDI maupun yang financial investor, ketidakpastian merupakan sesuatu yang merugikan," urai dia.

Karena itu, pihaknya berharap agar perkembangan positif tersebut dapat terus berlanjut sehingga tensi perang dagang terus menurun dan pihak yang bertikai dapat menemukan solusi dari masalah yang sedang terjadi.

"Kita harap akan terjadi resolusi (perang dagang)," tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

KTT G20, AS dan China Sepakat Kembali Berunding Soal Perang Dagang

 Amerika Serikat dan China telah sepakat untuk memulai kembali perundingan tentang perang dagang kedua negara, yang dibahas dalam KTT G20 di Osaka, Jepang, pada 29 Juni 2019.

Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, bertatap muka langsung dalam konferensi tingkat tinggi para pemimpin negara-negara di dunia tersebut.

Trump juga mengatakan akan mengizinkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk terus berbisnis dengan raksasa teknologi China, Huawei, meski sebelumnya Trump memberlakukan sanksi perdagangan tambahan terhadap China. Demikian seperti dikutip dari BBC, Minggu (30/6/2019),

Namun, di sela-sela pertemuan utama KTT G20, Trump menegaskan bahwa AS tidak akan lagi menambahkan tarif impor produk-produk China senilai US$ 300 miliar. Dia juga mengatakan bakal terus bernegosiasi dengan Beijing "untuk saat ini".

Dan pada konferensi pers berikutnya, Trump menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi Negeri Paman Sam dapat kembali menjalin kerja samanya dengan Huawei, yang secara efektif membalikkan larangan yang diberlakukan pada bulan lalu oleh departemen perdagangan Amerika Serikat.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Pembawa Bendera Saat Demo di DPR Didakwa Pasal Berlapis
Artikel Selanjutnya
Ikut Ari Askhara ke Kantor Airbus, Ini Penjelasan Ketua Serikat Pekerja Garuda