Sukses

Usai Reli Panjang, Wall Street Ditutup Mendatar

Liputan6.com, Jakarta - Wall Street bergerak stabil pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Hal ini terjadi karena investor tengah mengambil napas sejenak usai reli panjang. Selain itu, investor juga tengah memahami dampak dari pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait perang dagang dengan China.

Mengutip Reuters, Rabu (12/6/2019), Dow Jones Industrial Average turun 14,17 poin atau 0,05 persen menjadi 26.048,51. Untuk S&P 500 kehilangan 1,01 poin atau 0,03 persen menjadi 2.885,72. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,60 poin atau 0,01 persen menjadi 7.822,57.

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia sedang membuat perjanjian perdagangan dengan China dan tidak tertarik untuk maju kecuali pihak China menyetujui empat atau lima poin utama yang tidak ia sebutkan.

Secara terpisah, Presiden Trump juga mengatakan bahwa ia akan mengenakan tarif lebih banyak pada barang dari China jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping di KTT Kelompok 20 akhir bulan ini.

Wall Street sebenarnya di awal perdagangan mengalami kenaikan yang cukup tinggi karena optimisme atas keputusan Trump pada Jumat malam yang menunda tarif impor di Meksiko. Namun dengan pernyataan baru di Selasa ini maka menghambat kenaikan tersebut.

"Sentimen perdagangan mendorong segalanya," kata Chris Zaccarelli, chief investment officer Independent Advisor Alliance di Charlotte, North Carolina.

“Apa yang kami lihat hari ini adalah pandangan yang lebih pesimistis tentang apa yang mungkin terjadi sampai akhir bulan.” tambah dia.

Sepertinya investor enggan untuk mendorong Wall Street ke level yang lebih tinggi tanpa katalis baru.

2 dari 3 halaman

Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan sebelumnya, Wall Street menguat pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) usai AS membatalkan rencana mengenakan tarif impor pada barang-barang Meksiko dan beberapa kesepakatan bernilai miliar dolar AS mendorong pasar saham. Indeks Dow Jones mencetak rekor kenaikan harian terpanjang dalam 13 bulan.

Dilansir dari Reuters, Selasa (11/6/2019),Meksiko pada hari Jumat setuju untuk meningkatkan upaya untuk membendung aliran migran Amerika Tengah setelah Washington mengancam akan mengenakan tarif impor 5 persen untuk semua barang Meksiko mulai hari Senin.

Di antara kesepakatan besar, United Technologies Corp setuju untuk menggabungkan bisnis kedirgantaraannya dengan kontraktor pertahanan Raytheon Co untuk membentuk perusahaan baru yang bernilai sekitar USD 121 miliar.

 

Berita perdagangan Meksiko meningkatkan minat investor dan membuat indeks S&P 500 naik 2 persen dari rekor tertinggi awal Mei.

Tetapi perang dagang AS-China masih terus berlangsung, dan investor mungkin terlalu optimistis bahwa Federal Reserve atau The Fed akan datang untuk menyelamatkan dengan memangkas suku bunga.

"Ada risiko pasar akan kecewa jika The Fed tidak memberi sinyal beberapa jenis penurunan suku bunga," kata Michael O'Rourke, Kepala Strategi Pasar di JonesTrading di Greenwich, Connecticut.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Wall Street Naik Usai Tarif Impor Meksiko Dibatalkan
Artikel Selanjutnya
Harapan The Fed Pangkas Suku Bunga Bawa Wall Street Menguat