Sukses

Bagaimana Orang Kaya di Dunia Menghabiskan Uangnya?

Liputan6.com, New York - Orang-orang kaya di dunia selalu menarik perhatian; bagaimana mereka mendapatkan uang, apa yang mereka lakukan terhadap uang itu, dan sebagainya.

Pada tahun 2018, tercatat ada 28 juta orang di dunia yang memiliki pendapatan tertinggi di dunia, dengan jumlah kekayaan (jika dijumlah seluruhnya) USD 62 triliun.

Kebanyakan dari mereka berasal dari Amerika Serikat dan terbagi menjadi beberapa kategori: high-net-worth dan ultra-high-net-worth. Mereka memiliki kekayaan yang berkisar antara USD 1-USD 30 juta, bahkan lebih.

Namun sebenarnya, apa yang terjadi pada uang-uang tersebut?

Dilansir dari CNN, mereka banyak mendonasikan uang yang mereka miliki untuk keperluan amal.

Tahun lalu, CEO Amazon Jeff Bezos dan MacKenzie Bezos mendonasikan USD 2 miliar dalam rangka Day One Fund untuk membantu tunawisma Amerika. Michael Bloomberg memberikan bantuan keuangan USD 1,8 miliar untuk almamaternya, John Hopkins University.

Sebagian besar donasi dari kekayaan mereka diberikan untuk menyokong edukasi, layanan sosial, seni, budaya dan kesehatan.

Meskipun begitu, ketika dihadapkan pada hobi dan minat, para miliarder ini tetap menomorsatukan apa yang mereka cintai tersebut. Mereka menyukai olahraga seperti sepak bola, ski, basket dan baseball dan tak jarang dari mereka menginvestasikan uang mereka untuk hobi olahraganya tersebut.

2 dari 2 halaman

Siapa Saja Mereka?

Orang-orang kaya di dunia ini masih didominasi oleh kaum pria. Kaum wanita hanya mengisi 14 persen hingga 16 persennya. Sekitar 40 persen dari mereka tinggal di Amerika Utara, sisanya tinggal di Eropa dan Asia.

Amerika Serikat menjadi negara pertama yang ditempati orang-orang super kaya, disusul oleh China, Jepang, Jerman dan Inggris. Para CEO besar dunia seperti Jeff Bezos, Bill Gates, hingga Mark Zuckerberg merupakan orang-orang yang termasuk dalam miliarder dunia.

Kebanyakan orang-orang kaya ini memiliki bisnis yang mereka kelola dari bawah. Hampir 84 persen miliarder dunia membangun usaha mereka sendiri, hanya 5 persen yang memiliki harta warisan dan 12 persen saja yang memiliki harta warisan dan membangun usaha mereka secara bersamaan.

Saat ini jumlah individu dengan kekayaan yang bersumber dari penghasilan sendiri meningkat tajam. Mereka berbisnis di bidang keuangan, bisnis, dan investasi. Selain itu, sumber penghasilan besar didapat pula dari sektor manufaktur, teknologi, layanan bisnis dan konstruksi.

Menyedihkan, Usaha Bertahan Hidup Penduduk Venezuela

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Sosok 8 Miliarder Sepuh Terkaya di Asia
Artikel Selanjutnya
Harta Rp 48,6 Triliun, Juragan Starbucks Alergi Disebut Miliarder