Sukses

Wall Street Menghijau Terimbas Data Tenaga Kerja AS yang Melonjak

Liputan6.com, New York - Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta). Kenaikan tersebut terjadi usai keluarnya data ketenagakerjaan dan manufatur AS yang memberikan sinyal pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat. Namun prospek kinerja Amazon.com yang sedikit suram membebani gerak bursa saham di Amerika Serikat (AS) tersebut.

Mengutip Reuters, Sabtu (2/2/2019), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 64,22 poin atau 0,26 persen menjadi 25.063,89. Untuk S&P 500 naik 2,43 poin atau 0,09 persen menjadi 2.706,53. Sedangkan Nasdaq Composite turun 17,87 poin atau 0,25 persen ke 7.263,87.

Pertumbuhan pekerjaan di AS melonjak pada Januari. Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan bahwa data tenaga kerja yang baru saja keluar tersebut memperlihatkan bahwa adanya pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat meskipun sebelumnya prospek yang suram membuat Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) waspada untuk menaikkan suku bunga lebih banyak di tahun ini.

Laporan ketenagakerjaan menunjukkan kenaikan tajam dalam pendapatan per jam, sementara indeks 'harga yang dibayarkan' ISM tergelincir lebih dari yang diharapkan.

Amazon.com membukukan rekor penjualan dan laba selama musim liburan, tetapi sahamnya turun 5,38 persen setelah perkiraan penjualan kuartalan jatuh di bawah perkiraan Wall Street.

Raksasa e-commerce ini dengan mudah menjadi hambatan terbesar pada Nasdaq dan S&P 500, sementara saham sektor konsumsi turun 1,77 persen, sektor yang mengalami kerugian terbesar pada indeks acuan di Wall Street.

Direktur Investasi Cornerstone Wealth, Cliff Hodge, menjelaskan bahwa hasil kinerja Amazon ini menunjukkan jika konsumen AS mungkin menghabiskan lebih sedikit uangnya untuk dibelanjakan dan menjadi tanda potensial perlambatan ekonomi.

"Mereka saat berada di lingkungan yang sangat kuat dengan kinerja yang bagus, tetapi Anda dapat melihat segalanya mulai sedikit melambat," kata Hodge.

2 dari 3 halaman

Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan sehari sebelumnya, Wall Street bergerak menguat, dengan indeks S&P 500 mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 2015. Pemicunya, raihan pendapatan dari Facebook Inc yang menambah optimisme investor, setelah pernyataan dovish Federal Reserve.

Indeks S&P 500 naik 0,86 persen menjadi 2.704,1 poin. Sedangkan Nasdaq Composite bertambah 1,37 persen menjadi 7.281,74. Dan indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 0,06 persen menjadi 24.999,67. 

Indeks S&P 500 menguat dipicu saham Facebook yang melonjak 10,82 persen, kenaikan harian terkuat sejak Januari 2016. Ini setelah laba kuartalannya melampaui ekspektasi. 

Kemudian saham General Electric Co yang melonjak 11,65 persen setelah penjualan dan arus kas perusahaan mengalahkan perkiraan secara triwulanan.

Sementara indeks Dow melemah dipicu saham DuPont yang turun 9,23 persen setelah pendapatan produsen kimia itu di luar prediksi.

Adapun sektor S&P turun 1,54 persen. Sementara Nasdaq telah naik 9,7 persen pada 2019, dan Dow naik 7,2 persen.

Kali ini, indeks S&P 500 naik 7,9 persen di Januari, kinerja bulanan terbaik sejak Oktober 2015 dan terbaik sejak Januari 1987.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
2 Anak Usaha akan IPO, Adhi Karya Incar Dana Rp 5 Triliun
Artikel Selanjutnya
Rupiah Sentuh 13.940 per Dolar AS, IHSG Hanya Menguat Terbatas