Sukses

Ada Kemungkinan Jumlah Bank Berkurang

Liputan6.com, Jakarta - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyebutkan jumlah bank di Indonesia kemungkinan akan mengalami penurunan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, hal tersebut bisa saja terjadi. Namun, dalam realisasinya tetap harus berdasarkan kondisi pasar.

"Minta (pengurangan jumlah) kan boleh, tapi kan harus market base, tidak bisa dipaksakan. Sesuatu kalau dipaksakan tidak bisa, harus market base prosesnya," kata Wimboh saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Wimboh tidak menyebutkan berapa jumlah bank yang ideal di Indonesia. Sebab, menurut dia, jumlah tersebut mengikuti kesesuaian dengan pasar.

Dia juga menyatakan bank jangan takut dengan persaingan yang ada. Jika memang tidak mampu berdiri sendiri, bank tersebut bisa menjalin konsolidasi dengan bank lainnya agar tetap dapat berjalan.

"Mau berapa pun (jumlah bank) kalau market base, itulah yang jumlah yang pas. Jangan berdebat jumlah, kan menjadi debat kusir. Kita ikuti saja market base yang ada. Kalau memang layak hidup, ya hidup, kalau sakit ya cari partner," ujarnya.

 

2 dari 2 halaman

Keinginan Perbanas

Sebelumnya, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyatakan bahwa ke depan akan terjadi pengurangan jumlah bank di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh adanya bank yang melakukan konsolidasi.

Konsolidasi merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan dalam perkembangan sektor perbankan ke depan. Hal ini mutlak dilakukan untuk memperkuat aspek permodalan bank. 

"Persaingan DPK, terutama dana murah, CASA, kan challenging. Bank yang punya teknologi dan punya platform dan cabang tentu akan lebih mampu menggalang DPK yang lebih banyak. Sehingga mungkin perbankan Indonesia jumlahnya akan berkurang secara signifikan," kata Ketua Umum Perbanas, Kartika Wirjoatmodjo, kemarin.

Meskipun demikian, Direktur Utama PT Bank Mandiri ini menjelaskan bahwa konsolidasi bukanlah sesuatu yang perlu dicemaskan. Sebab, konsolidasi merupakan upaya biasa yang akan ditempuh agar tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

Dunia perbankan, kata dia, dengan sendirinya akan melakukan konsolidasi sebagai upaya untuk mempertahankan bisnis. Beberapa bank, sebut dia bahkan sudah menjalankan strategi konsolidasi.

"Tanpa perlu ada regulasi, atau arahan yang top down, konsolidasi ini pasti terjadi. Kita dari dulu tunggu konsolidasi ini kapan terjadi ya. Sekarang ini waktunya," jelas dia.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

Arab Saudi Investasi Rp 282 Triliun di Pakistan

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
OJK Menilai Jiwasraya Harus Segera Restrukturisasi
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani: Utang Bukan Sesuatu Hal yang Baru