Sukses

Bill Gates Bersyukur Investasi Rp 141 Triliun di Jasa Kurir

Liputan6.com, Jakarta - Setelah turun takhta sebagai pemimpin Microsoft, Bill Gates sering berinvestasi di dunia sains dan pengobatan agar menjadikan dunia yang lebih baik. Dari semua investasinya, ada satu jenis investasi yang membuatnya bersyukur: jasa kurir.

Menulis di sebuah artikel di The Wall Street Journal, Gates menjelaskan pentingnya jasa kurir penting. Sebab, segala obat yang ditemukan ilmuwan tetap harus dikirim ke rumah sakit, klinik, dan rumah orang-orang yang membutuhkannya.

Jasa pengiriman alias kurir amatlah relevan bila obat-obatan itu perlu diantar ke daerah berbahaya.

"Membeli persediaan medis dan mengantarkan ke tempat yang membutuhkannya mungkin terdengar mudah, bahkan membosankan, tetapi tidak begitu. Menyelamatkan kehidupan di negara-negara berkembang sering berarti mengantar obat-obatan ke desa-desa terpencil dan zona perang," jelas Bill Gates.

Dalam 20 tahun terakhir, Gates dan istrinya, Melinda, telah menyalurkan modal USD 10 miliar atau Rp 141 triliun (USD 1 = Rp 14.177) ke organisasi yang menghadapi tantangan itu, seperti Gavi, the Vaccine Alliace, lalu Global Fund, dan Global Polio Eradication Initiative.

Gates berkata, mereka berhasil melaksanakan tugas dengan sukses dan berhasil menurunkan kematian akibat polio. Tetapi kebanyakan orang tidak mengenali jasa mereka.

Andaikan dana fantastis itu diinvestasikan ke sektor lain yang lebih menguntungkan seperti energi dan infrastruktur, Gates berkata penghasilannya tetap lebih kecil dari hasilnya saat ini.

"Bagaimana jika kami menginvestasi Rp 141 triliun itu di proyek energi di seluruh dunia? Bila begitu, untungnya akan USD 150 miliar (Rp 2.126 triliun). Bagaimana jika infrastruktur? USD 170 miliar (Rp 2.410 triliun)," ujar Gates.

Dan penghasilan dari proyek energi dan infrastruktur ternyata tetap tak mengalahkan investasi pengiriman obat ini: Bill Gates menyebut investasi ini berhasil menghasilkan USD 200 miliar (Rp 2.835 triliun) dalam bentuk keuntungan sosial dan ekonomi.

2 dari 2 halaman

Butuh Donor

Bill Gates bercerita, Gavi berdiri pada tahun 2000 dan memiliki misi membeli vaksinasi dan membantu negara berkembang untuk mengantarnya ke anka-anak.

Global Fund berdiri dua tahun kemudian untuk melawan AIDS, TBC, dan Malaria. Tujuannya pun sama, mengantarkan obat-obatan ke mereka yang membutuhkannya.

Kemudian, ada Global Polio Eradication (GPEI) yang bertujuan memusnahkan polio di seluruh dunia.

Bill Gates menyebut ketiga organisasi itu tetap butuh bantuan dana, jika tidak maka kemampuan mereka akan berkurang jauh. Ia pun khawatir ketika Presiden Donald Trump hampir memotong bantuan ke negara-negara asing, serta negara lain seperti Jerman dan Prancis yang mana pemimpinnya mendapat tekanan untuk mengalokasikan dana demi kepentingan lokal.

"Tahun 2019 dan 2020 adalah yang terpenting dari beberapa tahun ke belakang dalam mendanai perjuangan melawan penyakit, dan pertanyaan urgent untuk donor adalah: Akankah mereka lanjut berinvestasi? Jawaban saya adalah: Ya, tentu saja," tegas Bill Gates.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Cita-cita Awal Miliarder Microsoft, Bukan di Bidang Teknologi
Artikel Selanjutnya
Tidak Instan, Inilah Waktu Bagi Miliarder untuk Jadi Kaya Raya