Sukses

Sepi Sentimen Positif, IHSG Melemah Terbatas

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bervariasi dengan kecenderungan melemah tipis pada perdagangan saham Jumat pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (14/12/2018), IHSG melemah terbatas 7,87 poin atau 0,13 persen ke posisi 6.169,84. Indeks saham LQ45 susut 0,06 persen ke posisi 986,65. Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali indeks saham DBX naik 0,16 persen.

Sebanyak 221 saham melemah sehingga menekan IHSG. 156 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. 151 saham diam di tempat. Menjelang akhir pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.185 dan terendah 6.160,35.

Total frekuensi perdagangan saham 362.393 kali dengan volume perdagangan 9,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,3 triliun. Investor asing jual saham Rp 68,62 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.607.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham barang konsumsi naik 0,55 persen, sektor saham pertanian mendaki 0,39 persen, sektor saham manufaktur menanjak 0,12 persen dan sektor saham perdagangan naik 0,01 persen.

Sementara itu, sektor saham tambang melemah 0,65 persen, dan bukukan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar susut 0,62 persen dan sektor saham infrastruktur tergelincir 0,55 persen.

Saham-saham yang bukukan penguatan terbesar antara lain saham ZONE melonjak 24,32 persen ke posisi Rp 690 per saham, saham GLOB menguat 24,18 persen ke posisi Rp 226 per saham, dan saham PADI menanjak 23,66 persen ke posisi Rp 810 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham KONI merosot 24,44 persen ke posisi Rp 340 per saham, saham SQMI susut 24,40 persen ke posisi Rp 316 per saham, dan saham SOTS melemah 18,53 persen ke posisi Rp 444 per saham.

Bursa saham Asia pun kompak tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 1,62 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 1,25 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 2,02 persen, dan bukukan penurunan terbesar.

Disusul indeks saham Thailand melemah 0,23 persen, indeks saham Shanghai merosot 1,53 persen, indeks saham Singapura turun 1,09 persen dan indeks saham Taiwan melemah 0,86 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, minimnya sentimen domestik sehingga pengaruhi aksi ambil untung oleh pelaku pasar. "Secara eksternal, data makroekonomi China dan kawasan Eropa yang rata-rata di bawah harapan memberikan efek negatif bagi pelemahan IHSG," kata Nafan saat dihubungi Liputan6.com

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 2 halaman

IHSG Dibuka Naik Tipis

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Jumat pekan ini. 

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat  14 Desember 2018, IHSG naik 0,84 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.178,5. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat tipis 0,04 poin atau 0 persen ke posisi 6.177,7.

Adapun Indeks saham LQ45 menguat 0,06 persen ke posisi 987,8. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.181,5 dan terendah 6.174,8. Total frekuensi perdagangan saham 11.701 kali dengan volume perdagangan 350,6 juta saham.

Sedangkan nilai transaksi harian saham Rp 296,3 miliar. Investor asing beli saham Rp 47,3 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.552.

Adapun sektor saham yang menguat yakni infrastruktur sebesar 1,16 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan menanjak 0,23 persen dan sektor saham perkebunan mendaki 0,08 persen.

Pada Kamis pagi ini, sejumlah saham catatkan top gainers antara lain saham ARTA menguat 22,92 persen ke posisi Rp 590 per saham, saham AKSI melonjak 16,28 persen ke posisi Rp 500 per saham, dan saham ETWA mendaki 13,89 persen ke posisi Rp 82 per saham.

Sementara itu saham-saham yang tertekan antara lain saham POLA susut 10,61 persen ke posisi Rp 1.600 per saham, saham BPTR merosot 7,32 persen ke posisi Rp 76 per saham, dan saham META tergelincir 5,74 persen ke posisi Rp 230 per saham.

 

 

 

Penumpang Mabuk Bikin Keributan di Pesawat

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Kebijakan Pemerintah Dorong Prospek Saham Produsen CPO
Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka Naik Tipis, Rupiah di Posisi 14.552 per Dolar AS