Sukses

Pembangkit Listrik Jawa 1 Mulai Konstruksi

Liputan6.com, Jakarta Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Jawa-1 ‎telah masuk tahap konstruksi, setelah menyelesaikan pendanaan atau financial close.

Direktur Utama Independent Power Producer (IPP) Ginanjar mengatakan, proyek PLTG Jawa-1 terbagi dalam tiga tahap, yaitu tahap I pra proyek sampai penyelesaian pendanaan (financial close), tahap II konstruksi dan tahap III operasional.

Dengan telah tercapainya financial close pada 5 Desember 2018, maka tahap I proyek tersebut sudah berhasil diselesaikan. Tahap berikutnya adalah memastikan tahap konstruksi dapat terlaksana sesuai waktu yang ditargetkan dan beroperasi pada Desember 2021.

"Soliditas dan koordinasi inter konsorsium (JSP-JSR) dengan para Supporting partners serta Lenders dan juga para stakeholders lainnya merupakan kunci keberhasilan proyek agar dapat berjalan sesuai target. Kami juga harus memastikan aspek HSSE menjadi komitmen semua pihak terkait," kata Ginanjar, di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Heru Setiawan mengungkapkan, seluruh listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tersebut akan dipasok ke PT PLN (Persero) selama 25 tahun.

Melalui pengembangan proyek ini, Pertamina grup menjadi partner PLN dalam memasok listrik ke jaringan listrik nasional Jawa-Bali.

“Pembangunan infrastruktur gas dan pembangkit listrik yang terintegrasi dilakukan untuk mewujudkan energi bersih bagi negeri. Selain Jawa-1, Pertamina, melalui PPI juga mengembangkan proyek IPP dan energi baru terbarukan lainnya sejalan dengan tumbuhnya permintaan pasar, baik di skala nasional maupun internasional,” jelasnya.

Proses pembangunan pembangkit listrik gas terintegrasi ini akan memasuki masa konstruksi (full-scale) pada bulan Desember 2018 yang ditandai dengan pelaksanaan ground breaking pada minggu ke-3 Desember 2018.

 

Konsorsium Jawa-1 telah menunjuk konsorsium General Electric (GE), Samsung C&T, PT Meindo Elang Indah berturut-turut sebagai kontraktor rekayasa sipil dan konstruksi, pemasok turbin generator dan kontraktor jalur pipa gas.

Sementara, Samsung Heavy Industries telah ditunjuk untuk pelaksana pembangunan FSRU. ‎ ‎Proyek Jawa-1 ini menggunakan skema pendanaan non-recourse project financing, dimana pengembalian pendanaan solely bersumber dari cashflow yang di-generate oleh proyek.

JSP dan JSR mendapatkan pendanaan dari konsorsium Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Nippon Export and Investment Insurance Co., Ltd (NEXI), Asian Development Bank (ADB), serta para commercial banks yaitu Mizuho Bank Ltd, MUFG Bank Ltd, Oversea-Chinese Banking Corporation Ltd, Crédit Agricole Corporate and Investment Bank, Société Générale.

PLTG Jawa 1 merupakan Pembangkit listrik bertenaga gas siklus ganda (combined cycle) berkapasitas 1.760 Mega Watt (MW) dan sebuah terminal gas terapung (Floating Storage Regasification Unit/FSRU) berkapasitas 170 ribu m3. Proyek yang berlokasi di Cilamaya, Jawa Barat ini menjadi proyek terintegrasi LNG-to-Power pertama di Asia, dan juga salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Pembangkit tersebut dibangun PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Power Indonesia (PPI) yang merupakan perusahaan patungan dari dua project companies IPP Jawa-1 yaitu PT Jawa Satu Power (JSP) dan PT Jawa Satu Regas (JSR), bertindak sebagai lead consortium yang beranggotakan Marubeni Corporation, dan Sojitz Corporation dan perusahaan lainnya.

JSP dibentuk untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik, sedangkan JSR didirikan untuk pengelolaan FSRU.

Artikel Selanjutnya
Jaga Iklim Investasi, Pembangunan Pembangkit Listrik Tetap Sesuai RUPTL
Artikel Selanjutnya
PLN Pakai 90 Persen Global Bond buat Bangun Pembangkit