Sukses

Paket Kebijakan XVI Bakal Angkat IHSG, Simak Saham Pilihan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat terbatas pada perdagangan saham di awal pekan (19/11/2018). Katalis positif terus membanjiri IHSG beberapa hari belakangan.

Managing Director Jagartha Advisors, FX Iwan mengatakan, penguatan IHSG terus berlanjut setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikan tingkat suku bunga acuan 7-days-repo-rate atau 7D RRR sebesar 25 basis poin (bps) dari sebelumnya 5.75 persen menjadi 6 persen. 

"Tidak bisa dipungkiri hal tersebut menjadi sentimen positif diluar ekspektasi pasar yang diambil oleh BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar," tutur dia di Jakarta.

Selain itu, menurut dia, penguatan pasar modal semakin positif ditopang rilisnya perluasan paket kebijakan ekonomi ke-16.  Serta dampak positif dari nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat lebih dari 1 persen setelah BI menaikkan tingkat suku bunga.

Kata Iwan, perdagangan pekan ini akan banyak dipengaruhi oleh sentimen eksternal terkait perkembangan BREXIT dan juga kelanjutan diskusi perjanjian dagang AS dan China. 

"Kalau dari sisi internal, investor masih akan terus menunggu langkah yang diambil oleh pemerintah untuk memperbaiki kondisi defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD)," ujar dia.

Adapun Iwan menilai, pergerakan IHSG kemungkinan di perdagangkan dengan penguatan terbatas pada kisaran level 5.940-6.130. 

"Ini mengingat masih terdapat potensi profit taking dari investor setelah mengalami penguatan sepanjang perdagangan pekan lalu," terangnya. 

Sementara itu, Head of Research Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat memaparkan IHSG berpeluang menguat terbatas pada perdagangan hari ini. IHSG berpotensi menghijau dengan diperdagangkan pada level 5.957-6.066.

 

2 dari 2 halaman

Saham Pilihan

Beralih ke saham rekomendasi, pilihan saham yang dapat dijadikan acuan kata Iwan adalah saham-saham dengan pertumbuhan laba yang lebih baik. 

Itu ditunjukan dengan memiliki risiko balance sheet yang rendah dan memiliki cash flow yang kuat seperti saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan juga PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Sedangkan Lanjar menganjurkan untuk membeli saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), serta PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

 Sebelumnya mengutip laporan PT Ashmore Assets Management Indonesia, pada pekan lalu, IHSG menguat 2,3 persen selama sepekan periode 12-16 November 2018. Penguatan IHSG didorong penguatan saham berkapitalisasi besar. Selain itu, investor asing juga melakukan aksi beli saham mencapai USD 118 juta atau sekitar Rp 1,72 triliun (asumsi kurs Rp 14.613 per dolar Amerika Serikat).

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Artikel Selanjutnya
IHSG Melambung 56,61 Poin Berkat Aksi Beli Investor Asing
Artikel Selanjutnya
BEI Optimistis 65 Perusahaan Bakal IPO hingga Akhir 2018