Sukses

Pasca-Gempa, Aktivitas Masyarakat Yogyakarta Normal

Liputan6.com, Yogyakarta - Gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) mengguncang Yogyakarta pada pukul 01.36 WIB. Namun pascagempa, aktivitas masyarakat di daerah istimewa ini tampak normal.

Saat kejadian, sejumlah masyarakat yang masih terjaga pada pukul tersebut memang sempat panik. Dari pantauan Liputan6.com, sejumlah tamu hotel di Jalan Laksda Adisucipto, Sleman Yogyakarta, keluar dari kamar karena panik.

"Iya (guncangannya) kencang dan lama," ujar Rahma, salah satu tamu hotel tersebut.

Akan tetapi, ada pula masyarakat mengaku tidak merasakan guncangan gempa lantaran telah lelap tertidur.

"Saya enggak merasakan, karena sudah tidur. Baru tahu pas ramai dibicarakan tadi," kata Johan.

Namun, pada pagi hari usai guncangan gempa, aktivitas masyarakat di Yogyakarta tampak normal. Hari ini, sejumlah menteri dan kepala lembaga berada juga telah berada di Yogyakarta untuk menghadiri rapat koordinasi pemerintah, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia (BI) yang mengangkat tema Memperkuat Sinergi dalam Akselerasi Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas.

Menteri dan kepala lembaga yang hadir di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

 

* Update Terkini Jadwal Asian Games 2018, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Asian Games 2018 dengan lihat di Sini

 

 

2 dari 2 halaman

Gempa Magnitudo 5,8 di Yogyakarta Tak Berpotensi Tsunami

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berkekuatan magnitudo 5,8 yang mengguncang Yogyakarta, Rabu, pukul 01.36 WIB tidak berpotensi tsunami.

"Dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono melalui keterangan tertulis diterima di Yogyakarta, Rabu 29 Agustus 2018.

Gempa tersebut berpusat di laut yang berada 114 kilometer barat daya arah selatan Kota Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun posisi pusat gempa berada di 8.93 lintang selatan (LS) dan 110.22 bujur timur (BT), pada kedalaman 62 kilometer.

Menurut Rahmat, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik," kata dia.

Getaran gempa tersebut, menurut dia, dirasakan di Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Karanganyar, Karang Kates, Purworejo, Trenggalek, Wonogiri, Sawahan, Banjarnegara dan Magelang.

Hingga pukul 02.00 WIB tadi, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Dia berharap masyarakat tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," kata dia.

 

 Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Iriana Jokowi Bersihkan Sampah Pantai Ambon

Tutup Video
Loading
Artikel Selanjutnya
Berfoto Sambil Menginjak Kepala Hiu Paus, 3 Polisi Menuai Kecaman
Artikel Selanjutnya
Gempa Magnitudo 5,8 Kembali Guncang Kupang