Sukses

Harga Emas Turun Terbatas Sambut Akhir Pekan

Liputan6.com, New York - Harga emas sedikit melemah didorong dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat. Akan tetapi, harga emas tetap bertahan di atas level USD 1.300 per ounce selama sepekan.

Harga emas untuk pengiriman Juni merosot 70 sen atau kurang dari 0,1 persen ke posisi USD 1.303,70 per ounce usai naik satu persen pada pekan ini.

Level harga tersebut tertinggi sejak 14 Mei usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan membatalkan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 12 Juni. Wall street pun sempat tertekan di tengah kabar Trump mundur.

"Harga emas tetap di atas USD 1.300 menunjukkan aksi jual sudah berakhir. Meski pun secara teknis jangka pendek, menengah dan panjang tetap menguat. Peningkatan risiko geopolitik membuat permintaan safe haven tetap kuat,” ujar Mark O’Bryne, Direktur GoldCore, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Sabtu (26/5/2018).

Pada Jumat, seorang pejabat senior dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un masih bersedia untuk bertemu dengan Trump.Indeks dolar AS pun naik 0,5 persen menjadi USD 94,22 usai menyentuh level tertinggi pada 2018. Indeks dolar AS sudah naik sekitar 0,6 persen pada pekan ini.

Sementara itu, imbal hasil surat berharga bertenor 10 tahun turun 1,6 persen sehingga mendorong imbal hasil surat berharga AS di bawah tiga persen.Rilis data ekonomi seperti laporan barang tahan lama tidak banyak pengaruhi efek dari rilis notulensi pertemuan bank sentral AS atau the Federal Reserve pada awal pekan ini.

Sentimen the Federal Reserve sebelumnya angkat harga emas dari level terendah pada 2018. Rilis data ekonomi sentimen konsumen juga menunjukkan sedikit penurunan pada Mei, namun indeks menunjukkan pertumbuhan stabil untuk ekonomi AS.

Harga emas menemukan sejumlah dukungan pada pekan ini. Hal itu seiring rilis notulensi pertemuan bank sentral AS pada Mei tidak mengindikasikan laju kenaikan suku bunga yang lebih agresif segera terjadi.

 

1 dari 2 halaman

Kebijakan The Fed Bayangi Harga Logam

Para pejabat bank sentral AS mendukung kenaikan suku bunga pada Juni. Prospek suku bunga lebih tinggi akan dorong dolar AS positif tetapi jadi hambatan buat emas.Sementara itu, harga logam lainnya yaitu perak tergelincir 0,8 persen menjadi USD 16.546 per ounce.

Selama sepekan, harga perak naik sekitar 0,6 persen."Harga perak untuk Juli akan menguat dan melemah dalam jangka pendek. Target kenaikan harga berikutnya dengan menutup harga di atas level resistance USD 17,00 per ounce. Sedangkan harga ke bawah berikutnya di posisi level terendah pada Mei di kisaran USD 16,07,” kata Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco.com.

Selain itu, harga tembaga turun 0,6 persen ke posisi USD 3,078 per pound. Namun selama sepekan ini, harga tembaga naik 0,5 persen. Harga platinum pada Juli susut 1,2 persen menjadi USD 901,30 per ounce.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Harga Emas Melonjak Pasca Trump Batalkan Pertemuan dengan Kim Jong-un
Artikel Selanjutnya
Pelaku Pasar Lepas Dolar AS, Rupiah Mampu Perkasa