Sukses

Wall Street Perkasa Berkat Saham Netflix dan Amazon

Liputan6.com, Jakarta - Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street melanjutkan relinya pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Saham Netflix, Amazon.com dan UnitedHealth menopang penguatan bursa saham AS.

Mengutip Reuters, Rabu (18/4/2018), indeks saham Dow Jones Industrial Average naik 213,59 poin atau 0,87 persen ke level 24.786,63. Indeks saham S&P 500 menanjak 1,07 persen atau 28,55 poin ke level 2.706,39.

Sementara indeks saham Nasdaq Composite menguat signifikan 1,74 persen atau 124,81 poin ke level 7.281,10. Adapun volume transaksi perdagangan saham mencapai 6,15 miliar.

Laju bursa saham AS terseret penguatan saham Netflix (NLFX.O) yang meroket 9 persen sehingga ditutup pada rekor tertinggi setelah pertumbuhan jumlah pelanggan secara kuartalan mengalahkan ekspektasi analis.

Saham Amazon.com (AMZN.O) pun melaju kencang sebesar 4 persen. Sedangkan saham UnitedHealth (UNH.H) naik signifikan 3,6 persen setelah perusahaan asuransi kesehatan terbesar di AS itu mencatatkan kenaikan pendapatan yang melampaui perkiraan.

Sayangnya saham di sektor keuangan saja yang merosot dan menjadi satu-satunya sektor S&P yang melemah dengan penurunan 0,07 persen.

Saham Goldman Sachs (GS.N) anjlok 1,6 persen meskipun laba perusahaan tersebut mengalahkan ekspektasi Wall Street.

Analis memperkirakan laba perusahaan untuk indeks S&P 500 melonjak 18,6 persen pada kuartal I ini atau merupakan kenaikan terbesar dalam tujuh tahun.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Analis mengatakan, realisasi pendapatan dan laba perusahaan, serta data-data ekonomi sebelumnya mendorong laju pasar saham.

"Gambaran keseluruhannya adalah positif, apalagi terkait realisasi pendapatan perusahaan di berbagai sektor. Ada dorongan bagus yang ditunjukkan dari Undang-undang Reformasi Pajak," kata Kepala Strategi Pasar Global di Invesco, Kristina Hooper.

"Investor tampaknya mengabaikan apa yang tidak positif," Hooper menambahkan.

Seperti diketahui, Penasihan Ekonomi Donald Trump, Larry Kudlow pesimistis tidak ada manfaat AS bergabung dengan TPP (Trans-Pacific Partnership).

Loading
Artikel Selanjutnya
Soal Pajak Netflix, Menkominfo Tunggu Omnibus Law
Artikel Selanjutnya
Kemkominfo Tegaskan KPI Tak Bisa Blokir Netflix Cs