Sukses

Saham Melonjak, Kapitalisasi Pasar Apple Sempat Sentuh US$ 925 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Saham Apple mencatatkan posisi tertinggi pada awal pekan ini. Hal itu mendorong kapitalisasi pasar saham Apple sentuh posisi US$ 925 miliar untuk pertama kali.

Pada penutupan perdagangan saham Senin waktu setempat, saham Apple sentuh posisi US$ 181,40. Selama perdagangan, saham Apple sempat sentuh level tertinggi US$ 182 pada tengah hari perdagangan. Hal itu mendorong kapitalisasi pasar saham sentuh US$ 925,4 miliar. Demikian mengutip laman CNBC, Selasa (13/3/2018).

Hingga akhir penutupan perdagangan, kapitalisasi pasar saham Apple sentuh US$ 922 miliar.Kenaikan harga saham Apple membuat Apple mencatatkan kapitalisasi pasar terbesar kedua yang di atas US$ 100 miliar. Lalu ada Alphabet, serta lebih dari US$ 150 miliar yaitu Amazon.

Sebelumnya Apple juga mengumumkan akan akuisisi Texture, layanan berlangganan majalah digital dan Next Issue Media. Mengutip laman Marketwatch, Texture, produk yang dikembangkan oleh perusahaan majalah terkemuka yang menggabungkan 200 langganan menjadi satu layanan bulanan.

Akuisisi ini dilakukan Apple agar tidak hanya meningkatkan bisnis layanan streaming musik dan pembayaran mobile. Apalagi Apple telah menetapkan pendapatan dari segala layanan lebih dari US$ 40 miliar pada 2020. Apple mencatatkan pendapatan dari jasa hampir US$ 30 miliar hingga September 2017.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Apple Bakal Suguhkan Desain Baru iPhone pada 2019?

Sebelumnya, Apple dilaporkan sedang berusaha agar bisa merilis iPhone pada 2019 tanpa fitur notch. Menurut laporan, absennya notch pada iPhone akan membuat smartphone tersebut tampil dengan desain yang lebih biasa.

Dilansir Softpedia, Senin 12 Maret 2018, Apple saat ini dilaporkan sedang berdiskusi dengan para mitranya agar iPhone terbaru pada tahun depan bisa hadir tanpa notch. Sayangnya, belum ada informasi yang lebih rinci tentang rencana Apple ini."Apple memutuskan menghilangkan notch untuk tahun depan dan sudah mulai mendiskusikan berbagai hal teknisnya dengan para mitra penyuplai," ungkap sumber yang identitasnya minta dirahasiakan.

Seandainya Apple menghilangkan notch pada tahun depan, maka perusahaan hanya menggunakan teknologi yang cukup kontroversional itu selama dua tahun.

Keputusan tersebut dinilai patut dipertanyakan, mengingat Apple sudah menginvestasikan banyak hal termasuk dari sisi finansial dan riset untuk menghadirkan notch pada iPhone X tahun lalu.

Sejauh ini, pihak Apple belum mengeluarkan pernyataan tentang iPhone untuk tahun depan. Seperti diketahui, perusahaan asal Negeri Paman Sam itu dikenal sangat menjaga rahasia internal dan para eksekutifnya enggan mengomentari rumor.Terlepas dari laporan iPhone 2019, iPhone X yang dirilis pada tahun lalu masih menyita banyak perhatian hingga saat ini. Menurut berbagai laporan, Apple berencana memangkas produksi smartphone flagship terbarunya itu. Analis pun berpendapat demikian.

Analis dari JP Morgan, Narci Chang, memangkas estimasi produksi smartphone paling premium Apple tersebut. Chang memangkas prediksi produksi iPhone X sepanjang semester I 2018.

Chang kini memperkirakan Apple akan memproduksi 15 juta unit iPhone X pada kuartal I, lebih rendah 25 persen dibanding prediksi awal. Untuk kuartal II, ia menurunkan perkiraannya sebesar 44 persen dengan 10 juta unit iPhone X yang diperkirakan meluncur di lini perakitan. Awalnya, Chan memperkirakan akan ada 18 juta unit iPhone X yang diproduksi sepanjang April-Juni 2018.

iPhone X merupakan smartphone termahal yang dijual Apple dalam 10 tahun terakhir. Harga jualnya dimulai dari US$999.

Sama seperti sejumlah smartphone Apple lainnya, iPhone X berhasil mendapatkan perhatian besar. Selain spesifikasi dan desain, faktor lain yang mendongkrak popularitasnya karena sekaligus sebagai bentuk perayaan 10 tahun Apple di pasar smartphone.

Artikel Selanjutnya
Pencipta Siri Nilai Apple Terlalu Banyak Menuntut
Artikel Selanjutnya
Apple Bakal Suguhkan Desain Baru untuk iPhone 2019?