Sukses

Kekhawatiran Inflasi AS Mereda Bikin Wall Street Melonjak

Liputan6.com, Jakarta - Buirsa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat lebih dari satu persen dengan indeks saham Nasdaq catatkan penguatan tertinggi.

Hal itu didorong laporan data tenaga kerja Februari mengurangi kekhawatiran inflasi dan kenaikan suku bunga agresif.Pada penutupan perdagangan saham Jumat (Sabtu pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 440,46 poin atau 1,77 persen ke posisi 25.335,67.

Indeks saham S&P 500 melonjak 47,53 poin atau 1,74 persen ke posisi 2.786,5. Indeks saham Nasdaq menguat 132,86 poin atau 1,79 persen ke posisi 7.560,81.Pada bulan lalu, pasar telah khawatir oleh pertumbuhan upah yang memicu kekhawatiran inflasi. Ini menyebabkan lonjakan volatilitas dan koreksi pasar saham.

Kini sentimen itu berbalik dalam beberapa pekan terakhir dengan indeks saham catatkan penguatan.Wall street bergerak reli dengan indeks saham S&P 500 naik 1,5 persen, dan merupakan kenaikan terbesar dalam satu hari sejak 23 Februari. Bursa saham menguat sejak 9 Maret 2009, dan merupakan rekor terpanjang kedua.

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Seiring laporan data tenaga kerja, sentimen positif di wall street juga didorong dari berkurangnya kekhawatiran perang dagang dan tanda-tanda ketegangan mengenai nuklir dengan Korea Utara mereda. Ini usai Presiden AS Donald Trump mengatakan siap bertemu dengan pemimpin Korea Utara.

"Apa kita semua terperangkap dengan percobaan besar oleh pemerintah. Hari ini ada tanda jelas kalau Undang-Undang perpajakan memiliki dampak dalam, ini lebih berkaitan dengan hal itu," ujar Chief Executive Ladenburg Thalmann Asset Management, Philip Blancato, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (10/3/2018).

Ketakutan inflasi mereda pada Jumat usai data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan gaji pekerja di sektor non pertanian naik 313.000 pada Februari. Sementara rata-rata pendapatan per jam naik 0,1 persen dibandingkan kenaikan 0,3 persen pada Januari.

"Anda mendapatkan laporan Goldilocks dengan lapangan kerja kuat ditambah dengan pertumbuhan upah sederhana tapi tidak cukup memaksa the Federal Reserve bertindak lebih cepat dari pada yang mereka lakukan," jelas Chief Investment Strategis Brown Brothers, Scott Clemons.

Sementara itu, sektor telekomunikasi, utilitas, dan sektor real estate melemah dari antara sektor saham lainnya. Sektor telekomunikasi alami penurunan terbesar dengan melemah 0,6 persen.

Saham produsen mainan Hasbro dan Mattel tertekan usai sumber Reuters mengatakan, peritel Toys R'Us mempersiapkan potensi likuidasi.Saham Goldman Sachs Group Inc naik 1,5 persen usai CEO Llyod Blankfein bersiap untuk mundur pada akhir 2018.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Trump Melunak soal Tarif Impor Baja, Wall Street Menanjak
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Menguat Imbas Kekhawatiran Perang Dagang Mereda