Sukses

Adhi Persada Gedung Bakal Lepas Saham hingga 40 Persen

Liputan6.com, Jakarta - PT Adhi Karya (persero) Tbk (ADHI) akan melepaskan anak perusahaannya untuk melepas saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) pada semester II 2018.

Direktur Keuangan PT Adhi Karya Tbk, Harris Gunawan menuturkan, anak usaha perseroan yang akan catatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu PT Adhi Persada Gedung (APG). Jumlah saham yang dilepas oleh anak usaha Adhi Karya itu sekitar 30-40 persen.

"Tahun ini yang jelas APG. Kami lepas antara 30 sampai 40 persen. Target dananya Rp 1 triliun sampai Rp 1,5 triliun. Saat ini total aset APG sebesar Rp 3 triliun," ujar dia di Hotel GranDhika Iskandarsyah, Jumat (9/3/2018).

Ia mengatakan, APG yang bergerak di bidang pengerjaan gedung ini akan melepas saham dengan memakai laporan keuangan Juni. Diharapkan mencatatkan saham pada semester II 2018.

"Rencana lepas pakai buku Juni, semester II. Pertimbangannya supaya tidak terjadi lagi IPO di industri yang sama. Jadi sekarang diatur supaya BUMN yang meng-IPO kan anaknya atau induknya, itu di semesternya akan dibagi. Nah saya mau pilih di semester kedua," ujar dia.

Tak hanya itu ia juga menyebutkan, perseroan juga melakukan spin off ke anak perusahaan lainnya yaitu Adhi Commuter Property (ACP) pada Jumat 9 Maret 2018.

"Jadi kami lakukan spin off yaitu seluruh total aset yang ada di departemen dipindahkan ke anak (ACP). Jadi kami suntik dana Rp 2 triliun yaitu dari rights issue Rp 1,3 triliun dan juga internal kas untuk sisanya. Kami lepas 30 persen, satu tahun setelah berdiri. Kami tunggu lagi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ADHI 13 April nanti. Rencananya 2019 IPO," jelas dia.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

3 Anak Usaha BUMN Bakal Lepas Saham

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut ada 16 perusahaan yang akan mencatatkan saham perdananya (Innitial Public Offering/IPO) di BEI sepanjang semester I-2018. Tiga di antaranya merupakan anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Sudah ada 16 di pipeline untuk IPO sampai sekarang," kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini di Jakarta, Jumat 9 Maret 2018.Dia mengaku, minat perusahaan untuk go public pada semester I ini cukup banyak. Alasannya karena kondisi makro ekonomi Indonesia terus membaik.

"Kondisi makro kita kan bagus yah sekarang. Makanya semester I tahun ini jumlahnya banyak (IPO)," ujar Hamdi.

Hamdi lebih jauh menjelaskan, dari 16 perusahaan yang akan listing di BEI, tiga di antaranya merupakan anak usaha perusahaan pelat merah, yaitu PT BRI Syariah, PT Tugupratama Indonesia, dan PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty).

Sementara untuk target listing 16 perusahaan tersebut, diungkapkannya akan dilakukan di semester I-2018 dengan menggunakan buku Desember.

"Ya kalau di pipeline sih kita usahakan semester I. Kan pakai buku Desember. Ya mudah-mudahan mereka bisa," tandasnya.

Untuk diketahui, sudah ada beberapa perusahaan yang masuk pipeline IPO semester ini. Di antaranya adalah PT BTPN Syariah Tbk, PT Sky Energy Indonesia Tbk, PT Indah Prakarsa Sentosa Tbk, dan PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Artikel Selanjutnya
Adhi Karya Terima Pembayaran Pertama Proyek LRT Rp 3,4 Triliun