Sukses

IHSG Berada di Zona Hijau Mengekor Penguatan Wall Street dan Bursa Asia

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan mengekor kenaikan di bursa saham Asia dan wall street. Beberapa indeks sektor saham menguat, kecuali industri saham aneka industri dan keuangan.

Pada pra pembukaan perdagangan hari ini (9/3/2018), IHSG langsung berada di zona hijau di posisi 6.448,19, naik 5,17 poin atau 0,08 persen. Indeks saham LQ45 meningkat 0,12 persen.

Laju IHSG makin terdorong naik dan dibuka dengan penguatan 12,79 poin atau 0,20 persen ke level 6.455,817. Indeks LQ45 tetap menguat 0,12 persen.

Sektor saham yang memimpin kenaikan, yakni industri dasar dengan penguatan tajam sebesar 1,14 persen, disusul sektor saham konstruksi menanjak 0,46 persen, dan saham perdagangan 0,41 persen.

Sementara sektor saham aneka industri dan keuangan, masing-masing tergelincir 0,42 persen dan 0,26 persen. Sebanyak 149 saham menguat, 58 saham melemah, dan 92 saham stagnan.

Total frekuensi transaksi saham di awal perdagangan ini tercatat sebanyak 24.047 kali dengan volume 804 juta saham dan senilai Rp 539,7 miliar.

Investor asing melakukan penjualan di seluruh pasar senilai Rp 42,18 miliar. Sedangkan kurs rupiah di level 13.784 per dolar Amerika Serikat (AS).

Nyaris seluruh indeks utama di bursa saham Asia kompak menghijau, kecual indeks saham Strait Times Singapura yang melemah tipis 0,05 persen.

Penguatan terbesar ditempati indeks saham Kospi Korea Selatan yang mendaki 1,39 persen. Disusul Nikkei Jepang dengan kenaikan 0,96 persen, indeks saham Hang Seng Hong Kong terkatrol naik 0,90 persen. Indeks saham Taiwan menguat 0,32 persen dan indeks Shanghai China naik tipis 0,01 persen.

1 dari 2 halaman

IHSG Berpotensi Menguat, Simak Saham Pilihan Berikut Ini

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan Jumat pekan ini. Rilis data ekonomi pada penjualan ritel akan membayangi laju indeks. 

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan pergerakan IHSG berpotensi menguat oleh rilis data ekonomi pada penjualan ritel.

"Selain itu pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga masih memberikan sentimen positif terhadap beberapa emiten yang memiliki kecenderungan terpengaruh oleh kondisi nilai tukar. IHSG berpotensi menguat," tuturnya pada Liputan6.com,  Jumat (8/3/2018).

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menyatakan IHSG berada pada level resisten di 6.467 - 6.490.

"IHSG mengindikasikan adanya potensi bullish dengan range berada pada area resisten di 6.467 - 6.490," tandasnya.

Sedangkan Analis PT Recapital Asset Management, Kiswoyo Adi mengungkapkan IHSG berada pada kisaran support di 6.350 dan resistance di 6.500.

Untuk saham, William memilih saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan juga PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL).

Nafan memilih saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), dan juga PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Sedangkan Kiswoyo memilih saham PT Unilever Tbk (UNVR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan juga PT Astra International Tbk (ASII).

Artikel Selanjutnya
IHSG Berpotensi Menguat, Simak Saham Pilihan Berikut Ini
Artikel Selanjutnya
Rupiah Tembus 13.800 per Dolar AS, IHSG Naik 1 Persen