Sukses

Wall Street Tergelincir Imbas Rencana Tarif Impor Baja

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi usai bergejolak didorong investor mencermati kebijakan perdagangan AS.

Hal ini terutama usai Presiden AS Donald Trump akan kenakan tarif impor baja dan aluminium. Namun Meksiko dan Kanada dapat dibebaskan.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones melemah 82,76 poin atau 0,33 persen menjadi 24.801,36. Indeks saham S&P 500 turun tipis 1,32 poin atau 0,05 persen menjadi 2.726,8. Indeks saham Nasdaq menguat 24,64 poin atau 0,33 persen menjadi 7.396.

Pada awal perdagangan di wall street, indeks saham S&P 500 susut 0,97 persen. Investor khawatir Presiden AS Donald Trump akan timbulkan perang dagang seiring langkahnya mengenakan tarif impor 25 persen untuk baja.

Selain itu, tarif impor 10 persen untuk aluminium. Apalagi penasihat ekonomi Trump Gary Cohn mengundurkan diri usai Trump mengumumkan rencana tersebut. Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders menuturkan, Presiden Trump akan menandatangani sesuatu pada akhir pekan ini.

Kemungkinan terkait pengenaan tarif impor baja dan aluminium. Ada potensi Meksiko dan Kanada dikecualikan."Ini sebabnya pasar mengurangi kerugian jika bukan pengenaan tarif impor 25 persen yang cepat. Apa yang akan terjadi belum didefinisikan. Ini membuat investor kurang khawatir ketimbang tarif ini diterapkan pada setiap industri dan negara," ujar Janna Sampson, Chief Investment Officer OakBrook Investments LLC, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (8/3/2018).

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Indeks saham Dow Jones melemah didorong sektor saham manufaktur antara lain Caterpillar turun 1,5 persen dan saham Boeing merosot 0,5 persen. Kedua saham ini alami tekanan sejak pengumuman rencana pengenaan tarif impor aluminium dan baja.

Ini seiring kebijakan tersebut dapat membebani harga logam.Sedangkan sektor saham energi mengalami koreksi paling tajam di antara 11 sektor saham. Sektor saham energi turun 0,8 persen usai harga minyak melemah dua persen lantaran kenaikan persediaan AS.

Indeks saham Russell 2000 yang berisi saham kapitalisasi kecil mencatatkan performa baik. Indeks saham itu naik 0,8 persen. Indeks saham sektor teknologi menguat 0,6 persen. Kenaikan saham Facebook sebesar 2,2 persen dan saham Autodesk menguat 14,9 persen mendorong sektor saham tersebut.

Volume perdagangan saham di wall street tercatat 6,74 miliar saham. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 sesi sekitar 7,79 miliar saham.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Kemenperin Antisipasi Rencana Tarif Impor Baja AS
Artikel Selanjutnya
Wall Street Menghijau Meski Sentimen Perang Dagang Mendominasi