Sukses

Investor Asing Lepas Saham, IHSG Tersungkur 2,32 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak melemah sepanjang perdagangan saham Rabu pekan ini. Investor asing pun terus melakukan aksi jual.

Pada perdagangan saham Rabu (7/3/2018) pukul 14.47 waktu JATS, IHSG melemah 2,32 persen atau 151,11 poin ke posisi 6.348,44. Indeks saham LQ45 melemah 2,53 persen ke posisi 1.050,72. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.Ada sebanyak 353 saham melemah sehingga bergerak di zona merah.

Sedangkan 43 saham menguat dan 73 saham diam di tempat. Pada sesi kedua perdagangan saham, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.516,88 dan terendah 6.346,66.

.Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 333.197 kali dengan volume perdagangan saham 10 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 6,2 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 635,78 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.763.Seluruh sektor saham kompak tertekan. Sektor saham tambang turun 3,8 persen, dan catatkan penurunan terbesar.

Disusul sektor saham pertanian melemah 3,66 persen,d an sektor saham aneka industri merosot 2,89 persen.Saham-saham yang catatkan penguatan terbesar antara lain saham KICI naik 25,56 persen ke posisi Rp 226 per saham, saham KMTR melonjak 25 persen ke posisi Rp 775 per saham, dan saham KDSI menguat 24,79 persen ke posisi Rp 730 per saham.

Saham-saham yang tertekan antara lain saham DEWA turun 8,77 persen ke posisi Rp 52 per saham, saham BCIC melemah 8,7 persen ke posisi Rp 147 per saham, dan saham ENRG susut 8,21 persen.

Bursa saham Asia pun tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,95 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi merosot 0,40 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,77 persen.Selain itu, indeks saham Shanghai turun 0,55 persen, indeks saham Singapura merosot 1,19 persen, dan indeks saham Taiwan tergelincir 0,36 persen.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Penyebab IHSG Anjlok

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, sentimen global dan internal pengaruhi laju IHSG. Dari global, pelaku pasar masih khawatir kenaikan tingkat suku bunga the Federal Reserve pada 2018 akan lebih agresif dibandingkan tahun lalu. Dipastikan Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell akan menaikkan tingkat suku bunga pada Maret 2018.

Dari dalam negeri juga minim sentimen positif. Ini dorong hasil rilis data indeks keyakinan konsumen yang di bawah harapan pelaku pasar. Hasil survei konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) pada Februari 2018. Hasil survei tersebut menunjukkan keyakinan konsumen tetap berada pada level yang optimistis, meski tidak sekuat bulan sebelumnya.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2018 yang tetap berada di atas 100 yakni sebesar 122,5. Namun lebih rendah dari Indeks Keyakinan Konsumen bulan sebelumnya yang tercatat 126,1."Hasil indeks keyakinan konsumen di bawah harapan pelaku pasar menandakan terjadinya degradasi tingkat daya beli masyarakat," ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.Nafan mengatakan, koreksi IHSG masih wajar. Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar sebaiknya wait and see.

Artikel Selanjutnya
10 Sektor Saham Merah, IHSG Anjlok 1,23 Persen
Artikel Selanjutnya
Menunggu Data Cadangan Devisa, IHSG Dibuka Menguat Tipis