Sukses

Berlawanan dengan Bursa Asia, IHSG Menguat 12,20 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada awal pekan ini. Pergerakan IHSG ini berlawanan dengan bursa Asia yang melemah.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (5/3/2018), IHSG naik 12,20 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.594,51. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 22,16 poin atau 0,34 persen ke posisi 6.604,47. Indeks saham LQ45 naik 0,14 persen ke posisi 1.099,72. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Ada sebanyak 164 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 31 saham melemah dan 115 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.607,16 dan terendah 6.593,77.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 25.003 kali dengan volume perdagangan 703,8 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 364,7 miliar.Investor asing melakukan aksi jual Rp 11,81 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.734.

Sebagian besar sektor saham menguat dengan dipimpin sektor tambang. Sektor saham tambang menguat 1,01 persen. Disusul sektor saham konstruksi menanjak 0,65 persen, dan sektor saham perdagangan menguat 0,41 persen.

Sedangkan sektor saham aneka industri tergelincir 0,66 persen.Sedangkan saham-saham yang menguat antara lain saham PSAB naik 7,81 persen ke posisi Rp 276, saham TINS menguat 5,15 persen ke posisi Rp 1.225 per saham, dan saham IKAI melonjak 3,26 persen ke posisi Rp 444 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain saham RAJA merosot 6,4 persen ke posisi Rp 585 per saham, saham KMTR susut 4,64 persen ke posisi Rp 720 per saham, dan saham RBMS melemah 4,15 persen ke posisi Rp 370 per saham.

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 1,17 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul bursa saham Jepang dengan indeks Nikkei melemah 0,43 persen, indeks saham Singapura tergelincir 0,62 persen, indeks saham Shanghai susut 0,25 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,46 persen. Indeks saham Taiwan menguat 0,14 persen.

Mengutip PT Ashmore Assets Management Indonesia melemah 0,36 persen pada Jumat pekan lalu mengikuti bursa saham di negara berkembang lainnya. Hal ini ada kekhawatiran investor terhadap perang dagang dan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Prediksi Analis

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin pekan ini. Laju IHSG akan ditopang harga komoditas dan nilai tukar rupiah.

Analis PT Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih terus berusaha untuk mencetak kembali rekor tertinggi baru. IHSG menguat masih cukup besar ditunjang kuatnya harga komoditas dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

William menambahkan, faktor fundamental ekonomi juga menjadi sentimen pendukung penguatan IHSG."IHSG akan bergerak di kisaran 6.555-6.728," ujar William dalam ulasannya, Senin (5/3/2018).

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak kembali variasi. IHSG akan bergerak di kisaran 6.554-6.650.

"IHSG secara teknikal kembali menguji level support dan terkonsolidasi pada kisaran moving average lima harian dan 20 harian," kata Lanjar.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu, IHSG melemah 23,74 poin ke posisi 6.82,32. Sektor saham tambang memimpin pelemahan IHSG. Disusul sektor saham pertanian melemah 1,29 persen usai menguat dua hari.

Lanjar menuturkan, sentimen pembaharuan tarif impor logam asing yang besar oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) menjadi faktor negatif.

Sedangkan sektor saham aneka industri dan industri dasar menjadi penahan pelemahan IHSG.

Untuk saham yang dapat dicermati pada awal pekan ini antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Sedangkan William memilih saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan ASII.

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Merosot Imbas Ketidakpastian di Italia
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpeluang Naik, Awasi Saham Pilihan Ini