Sukses

Blue Bird Tegaskan Sahamnya Tak Dibeli Go-Jek

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Blue Bird Tbk memastikan isu yang menyebutkan pihak Go-Jek membeli saham Blue Bird tidak benar. Sebelumnya beredar kabar kalau Go-Jek akan membeli saham Blue Bird.

Direktur Pemasaran PT Blue Bird Amelia Nasution menegaskan pihaknya masih bekerja sama dengan Go-Jek. PT Blue Bird Tbk sudah bekerja sama dengan Go-Jek sejak 30 Maret 2017 dengan meluncurkan fitur Go Blue-Bird dalam aplikasi Go-Jek.

"Untuk Go-jek kami masih bekerja sama. Go-Jek sendiri sudah konfirmasi dan menjawab bahwa itu hanya rumor. Jadi jelas dari kami, cuma rumor," ujar Amelia, saat ditemui wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/2/2018).

Terkait target ekspansi dan kinerja keuangan pada 2018, manajemen perseroan belum dapat jelaskan lebih detil. Namun, Direktur PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono yakin kinerja 2018 akan lebih baik. Hal itu akan didukung dari ekspansi yang dilakukan pada 2018. Perseroan telah ekspansi ke 18 kota di Indonesia.

Seperti diketahui, hingga kuartal III 2017, perseroan mencatatkan laba turun menjadi Rp 302,12 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 360,87 miliar.

Pendapatan merosot 14,1 persen hingga akhir kuartal III 2017 menjadi Rp 3,13 triliun. Pada kuartal III 2016, perseroan membukukan pendapatan Rp 3,64 triliun.

"Perseroan belum bisa disclose target tahun ini. Kami yakin ada perkembangan. Bisa ada rencana perluasan, tapi belum bisa disclose. Kami masih lakukan studi, sekarang masih di 18 kota. Perseroan punya budget untuk peremajaan pada 2018. Armada baru kami tersebar di lapangan menggunakan beberapa brand. Kami yakin tahun ini lebih baik," kata dia.

Selain itu, PT Blue Bird Tbk juga belum dapat menjelaskan detil mengenai dana belanja modal atau capital expenditure (capex) pada 2018.

"Belanja modal pada dasarnya kami fleksibel. Kami punya kerja sama yang baik dengan perbankan. Kalau kondisi market strategis, kami siap lakukan investasi. Semua melihat kondisi yang terbaik untuk kami lakukan sesuatu," ujar Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Purnomo Prawiro.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Sebelumnya, saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) mengalami tekanan sepanjang sesi pertama perdagangan saham Selasa pekan ini. Morgan Stanley Capital International Index (MSCI) mengeluarkan saham PT Blue Bird Tbk dari jajaran indeks saham MSCI Indonesia dinilai jadi sentimen negatif.

Berdasarkan data RTI, Selasa 13 Februari 2018, saham PT Blue Bird Tbk susut 2,48 persen atau 90 poin menjadi Rp 3.540 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 244 kali dengan nilai transaksi Rp 890,6 juta.

"Saham Blue Bird tertekan karena keluar dari MSCI Index," ujar Kepala Riset PT Ekuator Swarna Sekuritas, David Sutyanto, saat dihubungi Liputan6.com.

Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menuturkan, keluarnya saham PT Blue Bird Tbk dari indeks saham MSCI paling berpengaruh terhadap gerak saham Blue Bird pada Selasa pekan ini. Sebelumnya, menurut Alfred, saham PT Blue Bird Tbk mendapatkan sentimen negatif dari laporan sektor transportasi dan properti dinilai belum pulih.

"Keluarnya dari indeks saham MSCI itu paling besar pengaruhnya. Kemarin juga ada kabar kalau Go-Jek membantah membeli saham Blue Bird. Padahal, saham Blue Bird sempat positif dengan kabar Go-Jek beli saham Blue Bird," ujar Alfred.

Alfred menambahkan, saham Blue Bird keluar dari indeks saham MSCI membuat para manajer investasi melakukan rebalancing portofolio investasi saham yang dimiliki. "Jadi manajer investasi yang portofolionya sesuai dengan indeks saham MSCI akan keluarkan saham Blue Bird," kata dia.

Alfred menuturkan, MSCI mempertimbangkan sejumlah hal dengan mengeluarkan saham Blue Bird. Salah satunya likuiditas saham. Alfred menilai, likuiditas saham Blue Bird turun signifikan menjadi di bawah Rp 5 miliar per hari. "Indeks MSCI selain melihat kinerja juga melihat likuiditas," ujar Alfred.

Seperti diketahui, MSCI mengeluarkan daftar terbaru MSCI Global Small Cap Indexes pada Februari 2018. Daftar MSCI Global Small Cap Indexes tersebut merangkap dari kawasan Asia Pasific, antara lain Malaysia, Indonesia, China, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Salah satunya saham PT Blue Bird Tbk yang dikeluarkan dari MSCI Global Small Capi Indexes.

Artikel Selanjutnya
Blue Bird Tunjuk Direktur Keuangan Baru, Sandy Permadi
Artikel Selanjutnya
Penipuan Undian Berhadiah Go-Jek Kembali Hantui Pengguna