Sukses

Jelang Rilis Suku Bunga Acuan BI, IHSG Melemah Terbatas

Liputan6.com, Jakarta - Jelang pengumuman Bank Indonesia (BI) 7-Day Repo Rate (DRR) atau suku bunga acuan BI, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini (15/2/2018) berbalik arah ke zona merah.

Berdasarkan data RTI, IHSG tertekan 2,81 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.591,58. Sebelumnya pada pembukaan perdagangan pagi tadi, IHSG mengalami penguatan di level 6.618,40.

Indeks LQ45 terpantau memerah dengan penurunan 0,20 persen ke level 1.108,91. Tekanan IHSG didorong pelemahan terbesar dari sektor saham aneka industri sebesar 0,94 persen. Disusul sektor saham keuangan yang merosot 0,48 persen, dan saham infrastruktur melemah 0,38 persen.

Tercatat sebanyak 155 saham melemah, 183 saham menguat, dan 134 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 324.168 dengan volume 11,5 miliar dan nilai transaksi Rp 7,2 triliun.

Investor asing melakukan penjualan sebesar Rp 252,82 miliar di seluruh pasar. Sedangkan kurs berada di posisi 13.551 per dolar Amerika Serikat (AS).

Adapun saham-saham yang mengalami penurunan, antara lain saham MYTX melemah 16,20 persen atau terbesar. Diikuti saham TRUS yang merosot 16,18 persen, dan saham BPFI longsor sebesar 14,48 persen.

Namun pelemahan tipis IHSG ini tertahan oleh penguatan beberapa saham, di antaranya saham BOSS sebesar 50 persen. BOSS hari ini mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia.

Saham lain yang bergerak di zona hijau adalah AKPI dengan penguatan 21,48 persen, dan AISA 15,88 persen.

Sementara bursa saham Asia kompak menghijau. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,97 persen, indeks Nikkei Jepang terangkat 1,47 persen, dan indeks Singapura naik 1,19 persen.

 

1 dari 2 halaman

Sektor Tambang Angkat IHSG ke Posisi 6.615

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikuti bursa saham global yang positif pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (15/2/2018), IHSG naik 21,50 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.615,90. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG naik 24 poin atau 0,36 persen ke posisi 6.618,40. Indeks saham LQ45 menguat 0,12 persen ke posisi 1.112. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Ada sebanyak 150 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 55 saham melemah dan 117 saham lainnya diam di tempat. Pada sesi pagi ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.624,62 dan terendah 6.602,10.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 45.156 kali dengan volume perdagangan 1,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 667,4 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 55,73 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.563.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tambang menguat kecuali sektor saham aneka industri melemah 0,48 persen dan sektor saham keuangan susut 0,26 persen. Sektor tambang naik 1,14 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri menanjak 0,72 persen dan sektor tambang perdagangan menguat 0,50 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham AISA melonjak 6,01 persen ke posisi Rp 494 per saham, saham MYRX menguat 4,61 persen ke posisi Rp 159, dan saham MEDC naik 3,32 persen ke posisi Rp 1.245 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham IIKP turun 3,54 persen ke posisi Rp 218, saham GOLL merosot 2,88 persen ke posisi Rp 101, dan saham PNLF tergelincir 2,19 persen ke posisi Rp 268 per saham.

Sebagian besar bursa saham Asia menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,37 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Indeks saham Jepang Nikkei menguat 1,46 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Indeks saham Singapura menanjak 1,07 persen.

Artikel Selanjutnya
Awali Pekan, IHSG Tertekan ke 5.769,55
Artikel Selanjutnya
Bunga Acuan BI Naik, IHSG Dibuka Perkasa