Sukses

10 Perusahaan Bakal Lepas Saham ke Publik

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan ada 10 perusahaan yang berminat mencatatkan saham perdana (listing) di BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, menuturkan, ada 10 perusahaan yang sedang dalam daftar untuk proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

"Iya ada delapan perusahaan yang bakal IPO. Ditambah dua lagi setelah mini expose hari ini jam 2 siang nanti," ujar Samsul saat ditemui wartawan di Gedung BEI, Kamis (15/2/2018).

Seperti diketahui, ada dua emiten yang sudah mencatatkan saham perdana pada awal 2018. Dua emiten itu antara lain PT LCK Global Kedaton Tbk dan PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS).

Adapun perusahaan-perusahaan yang dikabarkan akan melakukan IPO antara lain PT BTPN Syariah Tbk, PT Sky Energy Indonesia Tbk, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk, PT Tridomain Performance Material Tbk, PT Jaya Trishindo Tbk, PT Artajasa Pembayaran Elektronis Tbk, PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Sebelumnya, CEO BDO Indonesia, Thano Tanubrata, menuturkan, melakukan penawaran saham perdana atau atau initial public offering (IPO) saat ini terhitung tidak sulit.

Dalam acara "Road to Go Public Gathering With BDO Indonesia" di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Thano mengatakan bahwa melakukan IPO sekarang lebih mudah.

"Menjalankan bisnis seperti IPO saat ini lebih mudah. Hal itu terbantu oleh kebijakan baru dan situasi yang positif," ucapnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu 14 Februari 2018.

Sementara itu, Managing Partner of Valuation BDO Indonesia Panca Arief Jatmika menjelaskan, terdapat tiga tahap yang harus ditempuh agar bisa memulai IPO.

"Pertama adalah penelaahan, lalu persiapan, baru memulai pelaksanaan IPO dan ekspansi bisnis," kata dia.

Dia kemudian mengemukakan, penelaahan harus dilaksanakan untuk menakar faktor internal dan eksternal apa saja yang akan memengaruhi kesuksesan dalam IPO. Fase tersebut dipraktikkan dengan cara penelaahan uji tuntas, penelaahan manajemen risiko perusahaan, dan penelaahan proyeksi bisnis.

"Itu akan memberikan gambaran seputar posisi perusahaan dan prospek bisnis ke depan," tukasnya.

Pada tahap persiapan, Panca menuturkan, calon emiten harus melakukan beberapa hal, seperti valuasi saham, restrukturisasi, dan mencari calon investor jika dibutuhkan.

Terakhir, ketika IPO sudah bisa dilakukan, maka emiten sudah dapat memulai ekspansi bisnisnya. "Dalam pelaksanaan IPO, dana di dalamnya bisa digunakan untuk melakukan ekspansi bisnis," pungkas dia.

1 dari 2 halaman

Operator Tol Trans Jawa Berencana

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Waskita Toll Road (WTR) telah mendirikan perusahaan, yaitu PT Jasamarga Transjawa Tol pada pertengahan tahun ini. Perusahaan ini berwacana untuk IPO.

Perusahaan ini akan mengoperasikan jalan tol Trans Jawa yang ditargetkan akan rampung pada 2019. Dengan demikian akan ada integrasi kepemilikan saham antara Jasa Marga dengan WTR.

Direktur Utama Jasa marga Desi Arryani mengungkapkan, perusahaan ini nantinya akan Trans Jawa nantinya cukup banyak.

"Trans Jawa ini potensinya bagus sekali, jadi nanti kalau Jasamarga Transjawa Tol sudah baik kita harapkan bisa IPO, tapi itu masih wacana kami," kata Desi di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jumat 17 November 2017.

Desi mengungkapkan, memang saat ini Jasa Marga dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk menjadi perusahaan yang tengah mengerjakan beberapa ruas tol trans jawa. Namun jika dilihat dari porsinya, Jasa Marga memegang presentase 70 persen.

"Jadi saat ini kita tengah fokus menyelesaikan proyek-proyek itu, salah satunya nanti akhir tahun kita akan operasikan jalan tol yang lumayan panjang (87 km)," ujar dia.

Artikel Selanjutnya
Tercatat di Bursa, Intip Saham Guna Timur Raya dan Pengelola Pizza Hut
Artikel Selanjutnya
Dua Emiten Jadi Pendatang Baru di Pasar Saham Indonesia