Sukses

5.000 Atlet di Pra-Asian Games 2018 Terlindungi Asuransi

Liputan6.com, Jakarta PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) menjamin pelayanan asuransi kesehatan bagi 5.000 atlet dan officials pada Invitation Tournament Asian Games 2018.
 
Invitation Tournament merupakan ajang uji coba yang berlangsung pada 8-15 Februari 2018 di Jakarta.
Head of Corporate Secretary Division Mandiri Inhealth, Ronald FE Pinangkaan mengatakan, hal ini sebagai bentuk dukungan anak usaha Bank Mandiri tersebut terhadap gelaran Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang.
 
‎"Para atlet dan officials yang di-cover oleh Mandiri Inhealth berasal dari 10 Negara dan 8 Cabang Olahraga," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (11/2/2018).
 
Selain menyediakan perlindungan kesehatan, lanjut dia, Mandiri Inhealth menyediakan uang pertanggungan bagi atlet dan officials yang meninggal dunia atau kehilangan anggota tubuh karena kecelakaan.
 
Mandiri Inhealth juga memberikan benefit tambahan seperti repatriasi/pemulangan jenazah ke negara asal.‎
 
“Kami terus berkoordinasi dengan tim INASGOC untuk menyediakan pelayanan kesehatan maksimal kepada 5000 atlet beserta officials. Kerjasama ini juga merupakan komitmen kami dalam mendukung upaya Pemerintah mensukseskan pelaksanaan Asian Games 2018," kata dia.
 
‎Selama event ini berlangsung, Mandiri Inhealth bersinergi dengan lima Rumah Sakit rekanan sebagai provider untuk Test Event Asian Games 2018.
 
Rumah sakit tersebut adalah RSPAD Gatot Subroto, RSAL Mintoharjo, RSAU Halim Perdanakusuma, RS Moh. Ridwan Meuraksa dan RS Mitra Keluarga Kemayoran.
 
Ronald menyatakan, pihaknya akan mendukung upaya Pemerintah menuju tercapainya Universal Health Coverage pada 2019. ‎
 
Sampai dengan akhir Desember 2017, terdapat lebih dari 1.200 Badan Usaha, baik BUMN maupun badan usaha swasta, serta lebih dari 1,4 juta peserta yang sudah memperoleh perlindungan produk asuransi kesehatan dari Mandiri Inhealth.
2 dari 2 halaman

Konsumsi Listrik Bakal Naik 20 Persen Saat Asian Games

PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (PLN Sumbagsel) memperkirakan ada kenaikan sekitar 20 persen konsumsi listrik pada Asian Games 2018. Kenaikan konsumsi listrik tersebut akan diimbangi dengan pemenuhan pasokan listrik dari sejumlah pembangkit.

Manager PT PLN Sektor Keramasan, A.Fikriansyah memprediksi, konsumsi listrik bakal naik sekitar 20 persen saat Asian Games 2018. Kenaikan konsumsi listrik tersebut didorong peningkatan aktivitas di venue-venue dan hotel di Palembang, Sumatera Selatan.

"Ada konsumsi listrik naik mulai dari hotel dan venue. Estimasi sekitar 20 persen," ujar Fikriansyah seperti ditulis Sabtu (10/2/2018).

Meski ada kenaikan, PLN yakin kebutuhan listrik aman saat Asian Games 2018. Fikriansyah menuturkan, ada sejumlah pembangkit listrik yang menjadi andalan untuk Asian Games.

"Untuk Asian Games banyak pembangkit ada tiga unit yang utama. Keramasan ada dua unit utama dengan kapasitas 2x40 MW. Indralaya PLTG 3 unit dengan kapasitas 125 MW. Itu juga dibantu pembangkit lain yang di luar Palembang, dan PLTU Bukit Asam 4x65 MW," jelas dia.

PLN juga mengandalkan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Jakabaring untuk persiapan Asian Games. PLTG Jakabaring berkapasitas 50 MW ini juga dioptimalkan pengoperasian dan pemeliharaannya. Fikriansyah optimistis pelaksanaan Asian Games dapat berjalan lancar dengan pasokan listrik yang cukup.

"PLTG Jakabaring ini lokasinya dekat Jakabaring sport center langsung ke GI New Jakabaring. Jakabaring ini andalan support untuk kebutuhan listrik saat Asian Games. Backup paling utama. Kami sudah siapkan PLTG agar lebih handal baik dari sisi SDM dan sparepart, juga andalan pasokan bahan bakar gas," jelas dia.

 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Jakarta Rawan Banjir, Cek Kembali Asuransi Kendaraan Anda
Artikel Selanjutnya
Klaim Asuransi Bisa Ditolak Bila Mobil Terendam Banjir, Kenapa?