Sukses

Investor Asing Lepas Saham, IHSG Turun ke 6.505,52

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berada di zona merah pada perdagangan hari ini. Pada penutupan perdagangan Jumat (9/2/2018), IHSG ditutup turun 39,11 poin atau 0,60 persen ke level 6.505,52. Indeks LQ45 tercatat turun 0,49 persen di level 1.097,77.

Sebanyak 268 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Di luar itu, 101 saham menguat dan 90 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan saham pada hari ini mencapai 332.665 kali. Volume transaksi yang diperdagangkan 11,8 miliar dengan nilai Rp 8 triliun.

Tercatat investor asing melakukan penjualan senilai Rp 1,7 triliun di seluruh pasar. Sementara posisi kurs rupiah 13.645 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk indeks, hanya satu yang mampu menguat yaitu industri dasar yang naik 1,83 persen.

Sektor pertambangan tertekan 2,48 persen dan memimpin pelemahan. Disusuk kemudian sektor aneka industri yang melemah 1,76 persen dan sektor infrastruktur yang turun 1,69 persen.

Tiga saham yang mengalami penguatan tertinggi, antara lain IBFN yang naik 34,88 persen ke posisi 116, PSDN menguat 24,86 persen menjadi 462, dan BACA yang menguat 18,72 persen ke posisi 222.

Sementara, tiga saham yang melemah, antara lain AKSI turun 24,71 persen menjadi 256. Disusul ATIC melemah 14,84 persen ke Rp 660, dan VICO melemah 10,45 persen menjadi Rp 240.

 

1 dari 3 halaman

Pembukaan Perdagangan

Pada pembukaan perdagangan Jumat (9/2/2018), IHSG bergerak di level 6.487,62. melemah 56,85 poin atau 0,87 persen. Sementara indeks LQ45 juga turun 0,85 persen ke level 1.093,90.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.491,28 dan terendah 6.466,71. Ada sebanyak 212 saham melemah sehingga menekan IHSG ke zona merah. Selain itu ada 41 saham menguat dan 72 saham diam di tempat.

Total transaksi perdagangan saham sekitar 46.516 kali dengan volume perdagangan 1,7 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 837 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 37 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.647.

Secara sektoral, 10 sektor saham melemah dengan sektor saham industri dasar memimpin pelemahan terbesar. Sektor saham industri turun naik 1,93 persen, disusul sektor saham tambang melemah 1,68 persen dan sektor saham konstruksi tertekan 1,22 persen.

Saham-saham catatkan top gainers antara lain saham IBFN naik 29,07 persen ke posisi Rp 111, saham BGTG melonjak 20,41 persen ke posisi Rp 178, dan saham BBHI menanjak 14,02 persen ke posisi Rp 244 per saham.

 

2 dari 3 halaman

Prediksi Analis

Analis PT Asjaya Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, kondisi pergerakan IHSG ditopang oleh fundamental ekonomi yang cukup kuat. Ini juga didorong oleh kinerja emiten tahunan yang membaik sehingga pola gerak IHSG masih terus menguat.

"IHSG berpeluang naik dengan kisaran 6.478-6.671," ujar William dalam ulasannya, Jumat (9/2/2018).

Sementara itu, pengamat pasar modal Satrio Utomo menuturkan, pergerakan IHSG masih dipengaruhi wall street dan laporan keuangan emiten. IHSG akan bergerak di kisaran 6.515-6.500.

Sedangkan Analis PT Binaartha Sekuritas Nafan Aji menuturkan, IHSG akan berada di level support6.508-6.526 dan resistance 6.567-6.656 pada Jumat pekan ini.

Artikel Selanjutnya
Awali Pekan, IHSG Tertekan ke 5.769,55
Artikel Selanjutnya
Bunga Acuan BI Naik, IHSG Dibuka Perkasa