Sukses

2 BUMN Tawarkan Obligasi pada Awal 2018

Liputan6.com, Jakarta - Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menawarkan obligasi atau surat utang pada awal 2018. BUMN tersebut bergerak di sektor keuangan dan konstruksi.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/2/2018), PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan menerbitkan surat utang tahap II tahun 2018 senilai Rp 3,45 triliun. Obligasi tersebut merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan III PT Waskita Karya Tbk senilai Rp 10 triliun.

Pada obligasi berkelanjutan III tahap II tahun 2018 ini menawarkan dua seri yaitu seri A dan B. Pada obligasi seri A akan ditawarkan Rp 1,17 triliun dengan tingkat bunga 7,75 persen. Jangka waktu obligasi seri A tersebut tiga tahun.

Sedangkan obligasi seri B diawarkan Rp 2,27 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25 persen. Tenor waktu obligasi lima tahun.

Dana hasil penawaran obligasi sekitar 65 persen untuk modal kerja perseroan dalam pekerjaan konstruksi bangunan sipil, gedung dan EPC. Sisanya 35 persen digunakan untuk investasi di anak perusahaan PT Waskita Toll Road.

Adapun obligasi tersebu tidak dijamin dengan jaminan khusus. Akan tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan baik barang bergerak dan tidak bergerak.

Obligasi tersebut sudah peroleh hasil pemeringkatan atas obligasi dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan peringkat A-.

PT Waskita Karya Tbk telah menunjuk penjamin pelaksana emisi obligasi antara lain PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan yang bertindak sebagai wali amanat PT Bank Mega Tbk.

Jadwal penawaran obligasi antara lain pada 19-20 Februari 2018, penjatahan pada 21 Februari 2018, distribusi obligasi secara elektronik pada 23 Februari 2018. Pencatatan obligasi pada 26 Februari 2018.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

BRI Tawarkan Obligasi

Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menawarkan obligasi berkelanjutan II tahap IV tahun 2018 senilai Rp 2,44 triliun. Obligasi tersebut bagian dari obligasi berkelanjutan II dengan target dana Rp 20 triliun.

BRI akan menawarkan obligasi dengan dua seri antara lain seri A sebanyak Rp 1,83 triliun dan seri B sebanyak Rp 605 miliar. Tingkat bunga yang ditawarkan untuk seri A sebesar 6,65 persen dengan tenor waktu lima tahun. Sedangkan seri B dengan bunga sebesar 6,9 persen dengan tenor waktu tujuh tahun.

Perseroan akan menggunakan dana hasil penawaran obligasi untuk mengembangkan bisnis perseroan dengan penyaluran kredit.

BRI sudah menunjuk penjamin pelaksana emisi obligasi antara lain PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT Indo Premier Sekuritas. Yang bertindak sebagai wali amanat yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Obligasi tersebut sudah mendapatkan peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Jadwal penawaran obligasi BRI antara lain masa penawaran umum pada 14 dan 15 Februari 2018, penjatahan pada 19 Februari 2018. Distribusi obligasi secara elektronik pada 21 Februari dan pencatatan pada 22 Februari 2018.

Artikel Selanjutnya
IHSG Diprediksi Melonjak, Cermati 20 Saham Ini
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpotensi di Zona Hijau, Cermati Saham Rekomendasi Ini