Sukses

Usai Melemah, IHSG Berpeluang Menguat

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memperkirakan IHSG bergerak pada support 6.520 dan resistance 6.640.

IHSG diproyeksi menguat setelah sebelumnya melemah. Kemarin, IHSG turun 0,59 persen ke level 6.589,68. Lanjar mengatakan, laju IHSG dibebani oleh sektor industri dasar dan aneka industri.

"Saham industri dasar dan aneka industri memimpin pelemahan," kata dia di Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Sebenarnya, kata Lanjar, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat positif. Namun, itu belum bisa menahan aksi jual investor.

"Investor asing pun ikut meramaikan aksi jual dengan tercatat net sell Rp 657,09 miliar dengan saham BBCA dan ASII yang ramai terjadi aksi jual investor asing," jelasnya.

Laju IHSG sejalan dengan bursa di Asia yang mayoritas melemah. "Pelemahan mayoritas indeks saham di Asia setelah indeks saham Amerika Serikat (AS) turun mengalami aksi jual terbesar sejak 2016," paparnya.

Dia merekomendasikan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Bursa Asia Melemah, IHSG Turun 39,14 Poin

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan. Seluruh sektor saham industri tertekan sehingga mendorong IHSG ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan hari ini (5/2/2018), IHSG tertekan ke level 6.589,67. IHSG turun 39,14 poin atau sebesar 0,59 persen. Indeks saham LQ45 terpantau melorot 0,44 persen ke level 1.107. Seluruh indeks saham acuan berada di zona merah.

Ada sebanyak 254 saham mengalami pelemahan sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 123 saham menguat, dan 92 saham stagnan. Total frekuensi saham yang diperdagangkan mencapai 347.783 kali dengan volume transaksi 12,2 miliar saham. Sedangkan nilai transaksi Rp 6,9 triliun.

Investor asing tercatat melakukan penjualan senilai Rp 625,29 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar AS di kisaran Rp 13.509.

Seluruh sektor saham melemah. Paling besar pelemahan di sektor saham aneka industri mencapai 1,87 persen. Disusul sektor saham industri dasar yang tercatat melemah 1,84 persen dan konstruksi sebesar 1,46 persen.

Saham-saham yang terpantau melemah, antara lain saham IBFN turun 34,41 persen, IBST merosot 19,75 persen, dan GDYR turun 18,35 persen.

Sementara itu saham yang tercatat menguat, di antaranya saham IKAI naik 34,71 persen, saham MINA menguat 25 persen, dan SPMA 25 persen.

Adapun sebagian bursa Asia melemah kecuali Indeks Saham Shanghai yang naik 0,73 persen. Indeks saham Hang Seng tercatat melemah 1,09 persen dan Indeks Saham Korea Selatan ikut melemah 1,33 persen.

Indeks Saham Jepang Nikkei melemah 2,55 persen dan mencatatkan penurunan terbesar. Sedangkan Indeks Saham Singapura dan Taiwan masing-masing turun 1,30 persen dan 1,62 persen.

Pergerakan IHSG ini di tengah rilis data produk domestik bruto (PDB) 2017. BPS melaporkan PDB Indonesia tercatat 5,07 persen pada 2017.

 

Artikel Selanjutnya
Rupiah Nyaris Tembus 14.200 per Dolar AS, IHSG Justru Naik 13 Poin
Artikel Selanjutnya
Awali Pekan, IHSG Tertekan ke 5.769,55