Sukses

Seluruh Sektor Tertekan, IHSG Melemah ke 6.525,70

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan. Pelemahan IHSG ini mengikuti tekanan yang terjadi pada bursa Asia.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (5/2/2018), IHSG turun 72,14 poin atau 1,09 persen ke posisi 6.556,67. Pada pembukaan, IHSG masih tertekan, indeks turun 103,08 poin atau 1,56 persen ke posisi 6.525,70. Indeks saham LQ45 turun 1,92 persen ke posisi 1.090,35. Seluruh indeks saham acuan kompak berada di zona merah.

Ada sebanyak 179 saham melemah sehingga menekan IHSG ke zona merah. Sedangkan 28 saham menguat dan 62 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.556,67 dan terendah 6.522,54.

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 17.966 kali dengan volume perdagangan saham 428 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 380 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 4 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.496.

Secara sektoral, seluruh sektor saham melemah. Sektor saham aneka industri turun 2,01 persen, dan catatkan pelemahan terbesar.

Disusul sektor saham industri dasar melemah 2 persen dan sektor saham kontruksi turun 1,90 persen.

Saham-saham catatkan penguatan terbesar antara lain saham INRU naik 24 persen ke posisi Rp 780, saham BIPP melonjak 8,75 persen ke posisi Rp 87, dan saham VOKS menanjak 6,62 persen ke posisi Rp 244 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham IBFN melemah 26,88 persen ke posisi Rp 68, saham HOME susut 9,71 persen ke posisi Rp 93, dan saham CLEO turun 6,45 persen ke posisi Rp 870.

Bursa Asia kompak melemah. Di Jepang, Nikkei 225 turun 2,06 persen pada awal perdagangan, sementara indeks acuan saham Topix turun 1,71 persen. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,66 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Prediksi Analis

Analis PT Recapital Aset Management Kiswoyo Adi Joe mengatakan, IHSG akan bergerak positif pada pekan ini. Laju IHSG dipengaruhi oleh data pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Kiswoyo, IHSG akan positif jika pertumbuhan ekonomi tembus 5,1 persen. "Kalau di atas 5,1 persen bisa naik IHSG-nya," kata dia kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Menurutnya, komponen penopang pertumbuhan ekonomi masih positif. Di antaranya, tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi. Lalu, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh pembangunan infrastruktur yang dikebut pemerintah.

"Pembangunan infrastruktur bisa mendukung pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, IHSG berpeluang menguat terbatas pekan ini. Namun, pergerakan IHSG mudah tertekan.

"Jika ada sentimen negatif maka akan mudah untuk berbalik arah," ujar dia.

Dia memperkirakan, IHSG bergerak pada support 6.578-6.588 dan resistance 6.655-6.69.

Artikel Selanjutnya
Awali Pekan, IHSG Tertekan ke 5.769,55
Artikel Selanjutnya
Bunga Acuan BI Naik, IHSG Dibuka Perkasa