Sukses

Hasil Karya Putin, Ini Penampakan Taman Termewah di Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Vladimir Putin dikenal sebagai salah satu pemipin negara yang sangat tegas. Pengalaman kariernya dulu sebagai seorang prajurit khusus juga membuatnya sebagai salah satu pemimpin negara paling ditakuti dan berpengaruh di dunia.

Tapi siapa sangka, pria 65 tahun ini ternyata memiliki jiwa seni yang tinggi. Hal ini terbukti saat ia merombak wilayah Zaryadye menjadi sebuah taman dengan konsep futuristik dan canggih. Taman tersebut kini juga menjadi salah satu lokasi luar ruangan paling mahal di dunia.

Dilansir dari Business Insider, Senin (29/1/2018), sebagai salah satu daera tertua di Rusia, Zaryadye sudah mengalami berbagai perubahan selama delapan abad terakhir. Tempat ini pernah digunakan sebagai daerah tinggal para aristokrat pada Abad ke-16 hingga pemukiman Yahudi di abad ke-19.

Pada 2006, Zaryadye juga pernah menjadi lokasi hotel terbesar di dunia namun tempat penginapan tersebut kini sudah rata dengan tanah. Selama beberapa tahun setelahnya, Zaryadye jadi tempat yang tidak terurus. Hal itu akhirnya berubah di tahun 2012.

Presiden Vladimir Putin kala itu mengunjungi lokasi tersebut bersama dengan Walikota setempat, Sergei Sobyanin. Ia memutuskan untuk mengubah lahan tak terpakai menjadi ruang publik terbuka dengan fasilitas mewah.

 

Zaryadye mengalami renovasi besar-besaran dan dibuka untuk publik pada November 2017. Biaya pembuatan taman ini mencapai US$ 480 juta atau Rp 6,4 triliun.

Taman itu didesain oleh arsitek asal New York, Diller Scofidio + Renfro. Mereka juga pencetus ide kreatif dibalik tempat ikonik di New York, High Line.

Ada tempat pejalan kaki, jembatan, restoran, hingga museum yang berisi tentang sejarah Kota Moskow. Ada juga amphiteater yang bisa digunakan untuk berbagai pertunjukan.

Tak hanya itu, ada juga tempat konser yang gedungnya penuh berlapis kaca. Rencananya fasilitas ini akan dibuka untuk publik pada Musim Semi 2018

 

Meski demikian, pembangunan taman Zaryadye juga mengundang reaksi beragam dari masyarakat. Tak sedikit penduduk Moskow yang kecewa dengan pembangunan yang diinisiasi oleh Presiden Rusia tersebut.

Mereka beranggapan, dibukanya taman ini hanya memberikan manfaat bagi sebagian warga Moskow saja. Padahal, masih banyak daerah di Rusia yang membutuhkan dana pembangunan yang besar.

Artikel Selanjutnya
Pemimpin Oposisi Rusia Anti-Vladimir Putin Kembali Ditahan
Artikel Selanjutnya
Klaim Menikah, Paspor Sejoli Homoseksual Dicabut Polisi Rusia