Sukses

1 dari 20 Warga AS Kini Punya Status Sebagai Orang Kaya

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah jutawan atau miliarder di Amerika Serikat (AS) mampu mencapai jumlah tertinggi. Laporan yang dirilis oleh Credit Suisse mengungkap, 1,1 juta jutawan baru tercipta di AS sepanjang tahun 2017. Kini, jumlah orang berduit di Negeri Paman Sam tersebut mencapai 15,36 juta orang.

Seperti disadur dari time.com, Kamis (11/1/2018) sebanyak 1 dari 20 orang AS kini memiliki status sebagai jutawan. Secara istilah, jutawan merupakan mereka yang mampu membukukan pendapatan US$ 1 juta atau lebih setiap bulan. Jika dikoversi dalam rupiah maka pendapatan orang tersebut harus lebih dari Rp 13,40 miliar per bulan.

"Kekayaan orang dewasa di AS kini sudah sepenuhnya membaik dari krisis global. Rata-rata kondisi kekayaan mereka meningkat 30 persen dari 2016," tulis Credit Suisse dalam laporannya.

"Ketidakpastian akan suku bunga dan kondisi pasar masih akan terjadi, tapi hal ini sebagian besar tidak akan mempengaruhi portofolio kekayaan para miliuner," lanjut laporan tersebut.

Jumlah jutawan di Amerika Serikat secara presentase mencapai 43 persen dari total jutawan di seluruh dunia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Kesenjangan di AS Sangat Besar

Meski demikian, tidak semua orang mereguk manfaat dari adanya perbaikan ekonomi global. Credit Suisse juga menemukan tingkat kesenjangan global makin melebar dari tahun 2007 hingga 2016.

Di beberapa wilayah di dunia, kecuali China, rata-rata pendapatan masyarakat yang bukan miliarder justru menurun.

Di Amerika Serikat misalnya, rata-rata kekayaan warganya berada di angka US$ 55.678. Amerika menempati peringkat 21 di bidang jumlah rata-rata kekayaan, tidak jauh berbeda dengan Austria dan Yunani.

Sementara angka rata-rata kekayaan penduduk tertinggi didapat oleh Swiss dengan US$ 229 ribu. Australia dan Belgia juga mengalami hal yang sama dengan mengekor di peringkat kedua dan ketiga.

Negara yang memiliki rata-rata kekayaan penduduk yang tinggi mengindikasikan tingkat kesenjangan kekayaan yang cukup rendah. Credit Suisse mengatakan, Amerika Serikat masuk sebagai negara dengan kesenjangan kekayaan yang cukup besar.

 

Artikel Selanjutnya
Pemerintah AS Buru Imigran Gelap di 100 Toko 7-Eleven
Artikel Selanjutnya
RI dan AS Melepas 4 Orangutan ke Hutan Konservasi Kalimantan