Sukses

Wall Street Menguat Didorong Sektor Kesehatan dan Perbankan

Liputan6.com, Jakarta - Wall Street melanjutkan reli yang berlangsung sejak awal tahun pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong penguatan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini adalah optimisme investor menjelang laporan keuangan emiten dan harapan akan menurunnya tensi ketegangan geopolitik di Korea Utara.

Mengutip Reuters, Rabu (10/1/2018), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 102,8 poin atau 0,41 persen menjadi 25.385,8. Untuk S&P 500 menguat 3,58 poin atau 0,13 persen menjadi 2.751,29. Sedangkan Nasdaq Composite bertambah 6,19 poin atau 0,09 persen menjadi 7.153,58.

Indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi keenam mereka berturut-turut. Dow Jones juga berakhir pada level rekor setelah sempat gagal dalam penutupan di sesi Senin.

Pendorong utama kenaikan indeks acuan S&P adalah saham-saham di sektor perbankan dan kesehatan. saham sektor perbankan menguat didorong oleh kenaikan imbal hasil surat utang AS berjangka waktu 10 tahun. Sedangkan saham kesehatan naik di hari kedua penyelenggaraan konferensi industri farmasi.

Saat ini, fokus investor pada ketegangan Korea Utara. Investor yakin bahwa pembicaraan antara Korea Utara dan Korea Selatan untuk pertama kalinya sejak 2015 lalu membawa dampak positif. Pertemuan kedua belah pihak diperkirakan sebagai langkah awal yang baik dalam menyelesaikan krisis program nuklir Korea Utara.

"Diplomasi yang terjadi antara Korea Utara dan Korea Selatan mungkin akan menghindari beberapa jenis tindakan militer. Apa pun yang akan mengurangi risiko akan dipandang menguntungkan oleh investor, "kata Mark Luschini, chief investment strategist Janney Montgomery Scott di Philadelphia.

Di luar itu, sentimen lain pendorong penguatan Wall Street adalah persepsi investor yang memberikan pandangan positif mengenai pertumbuhan ekonomi global dan reformasi perpajakan AS sehingga diperkirakan bakal mendorong kenaikan pendapatan perusahaan atau emiten.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Investor Khawatir Obligasi AS Melonjak, Wall Street Tertekan
Artikel Selanjutnya
Sektor Saham Teknologi Tekan Bursa Asia