Sukses

IHSG Berpeluang Menguat, Simak 7 Saham Pilihan Jelang Akhir Pekan

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Jumat pekan ini.

Analis PT Asjaya Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pola gerak IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi menguat yang masih cukup besar.

William menambahkan, hedge fund juga mulai mengatur komposisi sehingga dapat dorong kenaikan IHSG. Ia memperkirakan, IHSG bergerak di kisaran 6.123-6.446 menjelang akhir pekan ini.

"IHSG bila alami koreksi wajar dapat dimanfaatkan untuk aksi beli mengingat kondisi masih di awal tahun," kata William dalam ulasannya, Jumat (5/1/2018).

Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menuturkan, IHSG akan cenderung bervariasi menjelang akhir pekan ini. IHSG akan bergerak di kisaran 6.220-6.335.

"Secara teknikal, IHSG tertahan pada level support di 6.250 dari tren penguatan sejak Desember tahun lalu. Indikasi tertahan pada support dan kembali menguji level 6.310 yang menjadi resistance terdekat. Meski demikian, indikator melemah cukup kuat dari level jenuh beli," ujar Lanjar.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Pada perdagangan saham kemarin, IHSG naik 40,84 poin ke posisi 6.292. Sektor saham tambang dan aneka industri alami penguatan. Investor asing pun lakukan aksi beli Rp 264 miliar.

Sedangkan William memilih saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT PP Tbk (PTPP).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

IHSG Menguat pada Perdagangan Kemarin

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau meskipun sepanjang perdagangan mengalami tekanan pada perdagangan Kamis pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis 4 Januari 2018, IHSG menguat 40,84 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.292,32. Indeks saham LQ45 naik 1,02 persen ke posisi 1.067,26. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada sebanyak 191 saham menguat mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 152 saham tertekan. Di luar itu, 123 saham lainnya diam di tempat.

IHSG sempat berada di level tertinggi 6.292,32 dan terendah 6.233,93. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 348.660 kali dengan volume perdagangan saham 8,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,1 triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 252 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di posisi Rp 13.414.

Secara sektoral, seluruh sektor saham menguat. Sektor saham pertambangan mengalami penguatan paling tajam dengan naik 1,64 persen. Sektor aneka industri naik 1,52 persen. Disusul sektor saham barang konsumsi naik 1,19 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham KARW naik 34,78 persen ke posisi Rp 124, saham IKAI melonjak 34,25 persen ke posisi Rp 98, dan saham PCAR mendaki 24,87 persen ke posisi Rp 492 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain, saham MABA yang melemah 24,88 persen ke posisi Rp 755, saham HDTX merosot 23,87 persen ke posisi Rp 338 per saham, dan saham TFCO tergelincir 20,25 persen ke posisi Rp 630 per saham.

Artikel Selanjutnya
Rupiah Sempat Tembus 13.800 per Dolar AS, IHSG Turun Terbatas
Artikel Selanjutnya
IHSG Naik Terbatas di Awal Sesi Perdagangan