Sukses

IHSG Berpeluang Naik, Awasi 7 Saham Pilihan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Pelaku pasar menanti rilis data kepercayaan konsumen.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG berpotensi naik cukup besar. Ditambah pelaku pasar juga menanti rilis data ekonomi kepercayaan konsumen yang diperkirakan masih stabil. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga cukup stabil.

"IHSG akan bergerak di kisaran 6.123-6.446 pada perdagangan saham Kamis pekan ini," kata William, dalam ulasannya, Kamis (3/1/2018).

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menuturkan, IHSG akan cenderung bertahan di level 6.250. Ini dengan tekanan indikator negatif di kisaran 6.200-6.307.

"Secara teknikal IHSG kembali terkoreksi wajar usai menguat signifikan pada akhir tahun. Jika level support 6.250 terpatahkan maka peluang pelemahan mendalam hingga 6.140," ujar Lanjar.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Timah Tbk (TINS), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Ace Hardware Tbk (ACES).

Sedangkan William memilih saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT PP Tbk (PTPP).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

IHSG Tertekan pada Perdagangan Saham Kemarin

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang perdagangan saham Rabu pekan ini. Analis menilai tekanan yang terjadi lantaran ada lelang Surat Utang Negara (SUN).

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu 3 Januari 2018, IHSG melemah 87,75 poin atau 1,38 persen ke posisi 6.251,47. Indeks saham LQ45 susut,83 persen ke posisi 1.056,52. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Ada sebanyak 210 saham turun sehingga menekan IHSG. Sedangkan 142 saham menguat. 119 saham lainnya diam di tempat.

IHSG sempat berada di level tertinggi 6.342 dan terendah 6.220. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 335.824 kali dengan volume perdagangan saham 9,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,8 triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 71,80 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di posisi Rp 13.462.

Secara sektoral, seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham barang konsumsi melemah alami penurunan paling tajam. Sektor barang konsumsi susut 2,51 persen. Disusul sektor saham manufaktur tergelincir 2,11 persen dan sektor saham infrastruktur melemah 1,9 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham PSSI naik 34,46 persen ke posisi Rp 199, saham SMDR melonjak 16,92 persen ke posisi Rp 456, dan saham MBSS mendaki 10,57 persen ke posisi Rp 680 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham TARA melemah 5,63 persen ke posisi Rp 755, saham BRPT merosot 4,89 persen ke posisi Rp 2.140 per saham, dan saham IIKP tergelincir 4,58 persen ke posisi Rp 292 per saham.

Bursa saham Asia pun sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,15 persen, indeks saham Shanghai melonjak 0,62 persen, dan indeks saham Singapura menanjak 0,99 persen, dan indeks saham Taiwan menanjak 0,85 persen.

Analis PT Binaarta Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, IHSG melemah lantaran pemerintah targetkan menjual SUN Rp 17 triliun pada Rabu pekan ini. "Target pemerintah itu salah satu yang sebabkan pasar ekuitas tertekan. Karena ada money moving ke pasar SUN seiring dengan adanya lelang SUN hari ini," ujar Reza.

Reza menambahkan, tekanan IHSG masih wajar. Apalagi IHSG sudah naik sejak akhir tahun lalu.

Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka Melemah, Sektor Keuangan Alami Penurunan Terbesar
Artikel Selanjutnya
Rupiah Sempat Tembus 13.800 per Dolar AS, IHSG Turun Terbatas