Sukses

JK Bakal Buka Perdagangan Saham 2018

Liputan6.com, Jakarta - Perdagangan saham pada 2018 akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). JK akan membuka perdagangan saham yang sebelumnya perdagangan saham 2017 ditutup Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio. "Pak JK (yang buka perdagangan saham)," kata dia ketika dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (2/1/2017).

IHSG sendiri ditutup positif pada penutupan perdagangan saham 2017. IHSG ditutup dengan rekor baru pada level 6.355,65 atau menguat sebanyak 41,60 poin (0,66 persen). Presiden Jokowi menyebut, hal itu di luar diperkiraan.

"Telah kita tutup pada sore hari ini IHSG dengan angka 6.355,65. Ini angka yang di luar perkiraan kita semuanya," kata Jokowi saat menutup perdagangan saham tahun 2017.

Jokowi menuturkan, mulanya banyak pihak ragu IHSG akan tembus level 6.000. Namun, keraguan tersebut akhirnya terpatahkan.

"Dulu banyak yang menyampaikan bisa 6.000 saja kita sudah untung, sudah senang. Kalau sekarang 6.355 bagaimana?" ujar Jokowi.

Dengan realisasi tersebut, Jokowi meminta pelaku pasar modal bekerja lebih keras sehingga pasar modal lebih berkembang.

"Atas nama pemerintah, saya memberikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada segenap pelaku pasar modal Indonesia yang memiliki motivasi dan dedikasi yang tinggi untuk memajukan perekonomian nasional dan pasar modal Indonesia," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Jokowi Tutup Perdagangan Saham 2017, IHSG Cetak Rekor

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan terakhir di 2017 ini. Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat 29 Desember 2017, IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen ke posisi 6.355,65. Indeks saham LQ45 menguat 0,84 persen ke posisi 1.070,34. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Jokowi memberi apresiasi kepada seluruh pelaku industri maupun otoritas pasar modal. Pasalnya pasar modal memberi kontribusi pada perekonomian nasional.

"Dengan mengucap Alhamdulillah dengan ini perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2017 secara resmi ditutup," kata Jokowi di BEI.

Pada penutupan perdagangan saham kali ini, Jokowi ditemani Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pada hari ini, IHSG sentuh level tertinggi 6.368,32 dan terendah 6.321,09. Total frekuensi perdagangan saham 311.646 kali dengan volume perdagangan 24,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,6 triliun.

Ada sebanyak 222 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 149 saham melemah. Di luar itu, 117 saham lainnya diam di tempat.

Investor asing melakukan aksi beli Rp 446,308 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.551.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat, kecuali pertambangan turun 0,53 persen dan perdagangan 0,49 persen.

Sementara saham aneka industri naik 2,77 persen dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur mendaki 1,31 persen dan sektor manufaktur melonjak 1,22 persen.

Saham-saham catatkan penguatan terbesar antara lain saham MBTO naik 35 persen ke posisi Rp 135, saham SHID melonjak 25 persen menjadi Rp 1.550, dan saham ITMA menanjak 24,41 persen ke Rp 790.

Sedangkan saham yang tertekan antara lain saham CAMP turun 20,20 persen ke level Rp 1.185, saham WICO tergelincir 16,92 persen menjadi Rp 540 dan saham CITA susut 16,47 persen ke posisi 710.

Artikel Selanjutnya
Bagaimana Laju IHSG di Pekan Pertama pada 2018?
Artikel Selanjutnya
BTN Cetak Kenaikan Terbesar di Antara Saham Teraktif pada 2017