Sukses

Sukses dalam Hidup, Berapa IPK Rata-Rata Para Miliarder?

Liputan6.com, New York - Siapa yang tidak mau menjadi miliarder? Bisa menjadi pemimpin perusahaan besar dan hidup bergelimang harta merupakan impian dari banyak orang. Tak heran, banyak orangtua yang menyekolahkan anaknya di sekolah terbaik agar mereka bisa mendapat nilai tinggi di sekolah dan menggapai apa yang dicita-citakan.

Tapi tahukah Anda, nilai yang didapat di sekolah ternyata bukan penentu kesuksesan seseorang. Nyatanya, rata-rata miliarder dan orang kaya di dunia ternyata memiliki IPK yang tidak terlalu tinggi. Ahli perilaku manusia, Eric Barker menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi.

"Yang kami lihat adalah, rata-rata miliarder memiliki IPK 2,9," ungkap Eric seperti dilansir dari Business Insider, Selasa (11/7/2017).

Eric menggarisbawahi hasil penelitian yang dilakukan Karen Arnold di Boston College untuk melihat level sukses yang mampu dicapai para lulusan terbaik. Hasilnya, rata-rata lulusan terbaik memang mampu sukses, tapi mereka tidak bisa mencapai level tertinggi sukses dalam hidup.

"Mereka jarang menjadi miliarder atau orang-orang yang memiliki posisi penting di dunia,"

Hal tersebut disebabkan karena pelajaran yang diajarkan di sekolah seringkali memaksa seseorang untuk mengikuti sejumlah aturan. Sementara hal sebaliknya justru dilakukan para miliarder. Eric menilai, para miliarder bukanlah orang yang suka mengikuti aturan.

"Lulusan terbaik seringkali mereka yang sudah puas dan selalu ikut dengan sistem yang ada. Sementara miliarder tidak seperti itu," pungkas Baker.

"Lulusan terbaik seringkali memiliki nilai yang baik dalam personaliti dan ketelitian. Namun yang dapat Anda lihat dari para orang kaya dengan IPK 2,9 adalah mereka memiliki kegigihan yang besar," lanjutnya.

Kegigihan inilah yang menjadi kunci kesuksesan seseorang di dunia nyata. Seringkali, kata Eric, mereka tidak bisa patuh dalam jangka waktu lama dengan apa yang harus dilakukan di sekolah.

"Karena di sekolah, aturan sangat terlihat, sementara dalam hidup aturan tidak akan pernah bisa sama. Jadi kebiasaan mereka untuk tidak mengikuti aturan yang ada bisa bermanfaat," jelasnya lagi.

Simak video menarik di bawah ini: