Sukses

Ponsel sampai Kapal Laut Jadi Pendorong Impor RI di Maret

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan nilai impor nonmigas Indonesia pada Maret 2017 mengalami kenaikan signifikan 24,94 persen menjadi US$ 11,10 miliar dibanding bulan sebelumnya US$ 8,88 miliar. Penyumbang kenaikannya berasal dari impor ponsel, plastik sampai kapal laut.

Kepala BPS, Suhariyanto atau yang akrab disapa Kecuk mengungkapkan, total nilai impor Indonesia selama bulan ketiga ini mencapai US$ 13,36 miliar atau naik 17,65 persen dibanding realisasi Februari 2017. Pencapaian nilai impor tersebut merupakan yang tertinggi sejak Januari 2015.

"Nilai impor US$ 13,36 miliar di Maret merupakan nilai impor bulanan tertinggi sejak Januari 2015," tegas Suhariyanto saat Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Senin (17/4/2017).

Pendorong utama kenaikan nilai impor di Maret ini, diakui Kecuk karena pertumbuhan signifikan impor nonmigas sebesar 24,94 persen dari US$ 8,88 miliar di Februari 2017 menjadi US$ 11,10 miliar di Maret 2017. Sedangkan impor migas terkontraksi 8,54 persen di periode yang sama.

Adapun 5 golongan barang (HS 2 Digit) dengan peningkatan terbesar pemicu impor di Maret 2017 terhadap Februari 2017:

1. Mesin dan peralatan mekanik naik US$ 264,2 juta atau 17 persen
2. Mesin dan peralatan listrik naik US$ 399,4 juta atau 36,84 persen
3. Plastik dan barang dari plastik naik US$ 126,8 juta atau 22,98 persen
4. Besi dan baja naik US$ 153,7 juta atau 32,55 persen
5. Kapal laut dan bangunan terapung naik US$ 229,2 juta atau 343,63 persen.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan, peningkatan kinerja impor di Maret 2017 lantaran perusahaan atau industri sudah mulai mengantisipasi stok bahan baku guna memenuhi kebutuhan saat puasa dan Lebaran.

"Industri sudah mulai antisipasi puasa dan Lebaran, seperti bahan baku komputer, ponsel, impor sapi, plastik atau bijih plastik, sampai bahan baku mobil dan motor karena penjualan kendaraan ini akan naik jelang Lebaran. Ini yang paling mendominasi, sedangkan kapal laut dari Korea Selatan," dia menerangkan.

Dari data BPS, ada tiga negara yang merupakan pemasok terbesar barang nonmigas ke Indonesia, yakni China dengan realisasi impor di Maret ini sebesar US$ 7,75 miliar (pangsa pasar 25,75 persen), Jepang senilai US$ 3,42 miliar (11,34 persen), dan dari Thailand yang memasok barang nonmigas ke Indonesia senilai US$ 2,15 miliar (7,15 persen).

Sedangkan dari kawasan ASEAN, Indonesia mengimpor produk nonmigas senilai US$ 6,29 miliar dengan pangsa pasar 20,87 persen dan dari Uni Eropa senilai 2,84 miliar dengan pangsa pasar 9,45 persen. (Fik/Gdn)