Sukses

Rupiah Kembali Menguat, Investor Fokus kepada Isu Brexit

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat tipis pada perdagangan Selasa pekan ini. Pelaku pasar masih fokus kepada sentimen keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau biasa disebut Britain Exit (Brexit).

Mengutip Bloomberg, Selasa (14/6/2016), rupiah dibuka di level 13.285 per dolar AS. Level tersebut menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.298 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah berada di kisaran 13.269 per dolar AS hingga 13.291 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 3,66 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.273 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 13.341 per dolar AS.

Rupiah terus menguat dalam beberapa hari terakhir karena pelaku pasar melihat bahwa Bank Sentral AS belum akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Hal tersebut membuat dana-dana investor kembali menyasar ke negara berkembang.

Saat ini pelaku pasar sedang fokus kepada isu referendum Inggris. Negara tersebut akan melaksanakan referendum pada 23 Juni untuk memutuskan apakah tetap menjadi anggota Uni Eropa atau tidak.

"Sekarang semua mengenai Brexit," jelas Analis SEB AB, Stockholm, Richard Falkenhall. Ia melanjutkan, banyak ketidakpastian yang bisa mempengaruhi pasar namun yang menjadi perhatian saat ini adalah mengenai Brexit.

Analis PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menjelaskan, dolar AS kembali melemah, volatilitas jelang FOMC semakin tinggi. Dollar index kembali melemah setelah sempat menguat tajam kemarin.

Volatilitas terlihat makin tinggi menjelang FOMC meeting yang akan disimpulkan pada Kamis dini hari. "Isu Brexit juga menambah kekhawatiran investor global," tutur dia.

Loading