Sukses

IHSG Diprediksi Masih Sulit Menguat

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih melemah pada perdagangan saham Selasa (17/5/2016). Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, pada penutupan perdagangan saham kemarin IHSG melemah 30,15 poin (0,63 persen) ke level 4.731,56.

‎Dia mengatakan, laporan data neraca perdagangan nasional belum mampu menahan aksi jual investor asing. Investor asing sendiri melakukan aksi jual bersih Rp 589 juta.

"Data aktivitas ekspor impor Indonesia tidak mampu menahan aksi jual investor pada awal pekan," kata dia dalam ulasannya.

‎Sementara itu, gerak IHSG berlawanan dengan Bursa Asia. Bursa Asia mayoritas ditutup menguat setelah harga komoditas berbalik arah menguat atau rebound.

"Harga minyak kembali mencoba menguji resistance US$ 50 per barel dengan mendekati US$47 per barel," tambah dia.

Hal tersebut ditambah oleh komitmen dari People's Bank of China (PBOC) yang akan memberikan kebijakan moneter guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi. Keputusan PBOC dilakukan karena data pinjaman baru, penjualan ritel, investasi serta produksi industri di bawah ekspektasi.

‎Lanjar memperkirakan IHSG ‎berada pada level support 4.700 dan resistance 4.755.

Riset PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Rentan gerak IHSG berada pada support 4.700 dan resistance 4.780.

Lanjar merekomendasikan saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Sinarmas Sekuritas memilih PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).