Sukses

Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga AS Tekan Wall Street

Liputan6.com, New York - Wall Street berakhir lebih rendah pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) dipicu kekhawatiran investor tentang kenaikan suku bunga serta anjloknya saham Apple ke posisi terendah dalam lebih dari enam bulan.

Melansir laman Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 0,27 persen menjadi 17.550,69 dan S & P 500 kehilangan 0,22 persen menjadi 2.093,32 poin. Sementara Nasdaq Composite turun 0,19 persen ke posisi 5.105,55 poin.

Wall Street memperpanjang kerugiannya, setelah Presiden Federal Reserve Atlanta Dennis Lockhart mengatakan bahwa September mungkin waktu yang tepat untuk lembaga ini menaikkan suku bunga.

The Fed mengatakan pihaknya perlu melihat pemulihan ekonomi yang berkelanjutan sebelum menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Data ekonomi yang melunak mendorong beberapa investor berpendapat bahwa Fed mungkin menunda kenaikan suku bunga sampai Desember. Setelah pertemuan Fed pekan lalu, investor berharap kenaikan terjadi pada bulan September.

"Pasar semakin seperti campuran retorika dari The Fed, tampaknya Fed seperti tidak yakin dengan apa yang akan dilakukan," kata Jack Ablin, Kepala Investasi BMO Private Bank di Chicago.

Bursa AS juga kena imbas penurunan saham produsen telepon seluler Apple. Saham perusahaan pembuat iPhone ini turun 3,21 persen menjadi US$ 114,64, di bawah rata-rata gerakan 200 hari. Saham itu hambatan terbesar pada tiga indeks utama AS.

Perlambatan penjualan di China dan skeptisisme atas permintaan iPhone yang berkontribusi memberikan tekanan pada saham Apple.

"Apple menjadi adik yang lemah di pasar saat ini," kata Alan Gayle, Ahli Strategi Investasi Senior dan Direktur Alokasi Aset RidgeWorth Investments di Atlanta, Georgia.

Namun dia menambahkan, penurunan juga terjadi di hampir semua sektor. Seperti saham situs Etsy (ETSY.O) turun 9 persen dan Walt Disney (DIS.N) kehilangan 1,4 persen setelah perusahaan membukukan hasil kuartalan yang mengecewakan.

Pada perdagangan kali ini, sekitar 6,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata lima hari dari 7,0 miliar bulan ini, menurut BATS Global Markets.(Nrm/Igw)

Loading