Sukses

Ini Alasan Menteri BUMN Rini Pilih Riswinandi Jadi Bos Pegadaian

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno kembali merombak kepemimpinan salah satu perusahaan pelat merah PT Pegadaian (Persero).

Dia menunjuk Riswinandi, Wakil Direktur Utama ‎(Dirut) PT Bank Mandiri sebagai punggawa Pegadaian menggantikan Suwhono yang kini terpilih mengisi kursi Komisaris Bank Mandiri.

Kepada wartawan saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pegadaian ke-114 tahun, Rini membeberkan ‎alasan penggantian Dirut di tubuh Pegadaian dan memilih Riswinandi.

"Memang sudah waktunya. Kita minta Pak Suwhono membantu di Dewan Komisaris Bank Mandiri, sedangkan Riswinandi sudah waktunya juga untuk pindah dari Bank Mandiri. Karena Pegadaian ada hubungan erat dengan perbankan," ucap Rini di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/5/2015).  

Penunjukkan tersebut, kata dia, telah melalui serangkaian proses, seperti asessment dari semua calon yang diusulkan hingga ‎persetujuan dari Riswinandi. Lalu apa target Menteri BUMN terhadap Dirut baru Pegadaian ke depan?

"‎Targetnya semakin mengembangkan usaha atau aktivitas bisnisnya ke masyarakat paling membutuhkan yakni segmen ke bawah. Menjangkau atau memberi akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat di level paling bawah," tutur Rini.

Rini menjelaskan, paling utama menggunakan sistem teknologi informasi yang sudah terintegrasi secara online di seluruh Indonesia, memberi akses kredit perorangan maupun usaha dengan segala kemudahan dan terjangkau serta tetap melindungi masyarakat dari jerat rentenir.

Sementara Direktur Utama Pegadaian Riswinandi menambahkan, lebih dari satu abad, perusahaan telah melindungi masyarakat dari jerat rentenir. Keberhasilan ini, sambungnya bukan semata-mata meraih keuntungan semata, tapi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Koperasi sampai toko-toko emas sudah menjalani bisnis seperti kita. Jadi kita harus memupuk dan mengembangkan budaya kerja inovatif layanan dan citra Pegadaian," tegas dia.  (Fik/Ahm)

Video Populer Bisnis

Tutup Video