Sukses

Surplus Neraca Perdagangan Belum Sukses Bikin IHSG Perkasa

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum menunjukkan kinerja yang memuaskan kendati neraca perdagangan Maret 2015 mencatat surplus US$ 1,13 miliar. Penutupan Jumat, 17 April 2015 IHSG susut 10,08 poin atau 0,19 persen ke level 5.410,64.

Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, kinerja ekpor maupun impor menurun. "Ekpor turun dan impor turun. Dimana 80 persen impor itu barang baku dan modal artinya ekonomi melambat. Ekpor kita 32 persenan komoditas dan sisanya bahan baku," ujar dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Sabtu (18/4/2015).

Dia menegaskan, kondisi tersebut membuat pasar merasa khawatir akan terjadi perlambatan ekonomi di tanah air. " Pertumbuhan ekonomi diperkirakan 4,9 sampai 5 persen untuk yoy kuartal I ini," lanjutnya.

Dari sentimen regional, pelaku pasar masih khawatir dari risiko penyelesaian utang dari Yunani. Kemudian, data emiten Amerika kuartal I yang tidak terlalu bagus.

"Harga minyak naik terus berpotensi menaikan inflasi dalam negeri," tandasnya.

Sebagai informasi, ekspor Maret 2015 sebesar US$ 13,71 miliar naik 12,63 persen dibanding realisasi Februari 2015. Sementara dari pencapaian Maret 2014, kinerja ekspor bulan ketiga ini merosot 9,75 persen.

Nilai impor Maret tahun ini sebesar US$ 12,58 miliar atau naik 9,29 persen dari realisasi bulan kedua lalu. Namun mengalami penurunan 13,39 persen dibanding realisasi periode Maret 2014 sebesar US$ 14,52 miliar. (Amd/Ndw)