Sukses

Terjebak Utang Kartu Kredit, Bagaimana Cara Melunasinya?

Liputan6.com, Jakarta - Kartu kredit bisa menjadi alat transaksi yang bisa menjadi dewa penyelemat Anda jika sedang tidak memiliki uang tunai. Namun, jika Anda tidak bisa memakainya secara bijak, hati-hati nanti Anda bisa terjerat utang besar.

Perencana keuangan One Shildt M. Andoko menjelaskan, salah satu kelebihan Kartu kredit adalah menunda cashflow pembayaran. Maksudnya jika Anda melakukan transaksi hari ini maka anda baru akan membayar bulan depan. Namun demikian kartu kredit jangan dianggap sebagai penghasilan tambahan.

"Setelah Anda melakukan transaksi penting untuk membayar tagihannya sebelum jatuh tempo supaya tidak kena biaya keterlambatan dan denda bunga, terang Andoko saat berbincang dengan Liputan6.com, Sabtu (21/3/2014).

Jika Anda disiplin dalam hal ini maka Anda tidak akan memiliki masalah terhadap kartu kredit.  Oleh sebab itu penting bagi Anda mengingat tanggal jatuh tempo dari kartu kredit yang dimiliki. Apalagi jika memiliki lebih dari satu dan memiliki tangggal jatuh tempo yang berbeda maka perlu ektra hati-hati.

 Salah satu yang bisa Anda gunakan sebagai pengingat adalah gunakan saja gadget Anda dengan memasang alarm.  "Cara bijak lainnya adalah perlu mempelajari bunga yang dikenakan kartu kredit .  Seringkali penerbit kartu kredit bisa memberikan bunga 3 persen-4,5 persen per bulan," ungkapnya.

Namun, jika sudah terlanjur terjebak dengan utang kartu kredit, Anda harus segera melunasinya karena jika dibiarkan bunganya bisa berlipat-lipat. Anda bisa juga menggunakan pinjaman pada orang dekat untuk pihak keluarga tetapi tentunya dengan catatan Anda harus segera juga melunasinya.

"Kelebihan cara ini adalah Anda tidak kena bunga, tetapi jika tidak segera melunasi memiliki risiko hubungan keluarga yang rusak karena ulah kita sendiri," tutur andoko. 

Cara lainnya adalah dengan menjual aset yang lain untuk melunasi. Misalnya menjual gadget Anda yang tidak digunakan, atau bahkan kendaraan Anda jika utangnya memang sudah terlalu besar. 

"Cara lainnya, Anda bisa minta refinancing dengan kartu kredit yang baru dan bunga yan rendah, tetapi saya sangat tidak menyarankan karena kita bisa terjebak dengan kebiasaan utang yang lainnya.  jadi intinya ketika Anda berutang Anda harus bertanggung jawab untuk membayar atau melunasinya," ungkapnya. (Ndw)

Loading