Sukses

Harga Minyak Cetak Rekor Pertamakali di Tahun Ini

Liputan6.com, New York - Harga minyak mentah dunia mencapai level tertinggi di tahun ini pada akhir pekan ini, di mana harganya berada di posisi di atas US$ 60 per barel. Pertumbuhan ekonomi Zona Euro yang melebihi harapan dan kenaikan bursa di AS menjadi pemicunya.

Kenaikan harga minyak juga didorong taruhan tentang adanya pemotongan anggaran eksplorasi perusahaan energi untuk mengatasi kelebihan pasokan di pasar dunia.

Melansir laman Reuters, adapun harga minyak brent naik US$ 1,85 menjadi US$ 61,11 per barel, setelah sempat mencapai level US$ 61,77 per barel di sesi sebelumnya. Sementara minyak AS CLc1 naik US$ 1,52 menjadi US$ 52,73 per barel, di mana sesi tertingginya berada pada US$ 53,32 per barel.

Harga minyak Brent anjlok dari posisi tertingginya di atas US$ 115 per barel pada Juni 2014. Kemudian harganya mendekati level terendah dalam enam tahun di bawah US$ 46 per barel pada akhir Januari, karena kekhawatiran kelebihan pasokan akan mengguncang pasar.

"Tentu, saat harga turun banyak dalam waktu singkat, Anda cenderung memiliki rebound yang besar juga, meskipun spekulan mungkin menambahkan lebih banyak pasokan sampai sekarang," kata Phil Flynn, Analis Price Futures Group di Chicago.

Beberapa pedagang mengatakan, harga minyak menguat, seiring pertumbuhan ekonomi yang tak terduga di zona euro pada kuartal terakhir 2014. Di mana negara anggota terbesar di blok Euro, Jerman, menggapai pertumbuhan lebih dari dua kali lipat harapan.

Secara terpisah, jumlah rig pengeboran minyak di Amerika Serikat turun ke posisi terendah sejak Agustus 2011, menurut sebuah survei yang dilakukan perusahaan jasa minyak Baker Hughes. Jadinya, harga minyak naik di tengah rekor tinggi persediaan minyak mentah AS.

Banyak analis dan pedagang percaya ada kelebihan pasokan global hampir dua juta barel per hari pada minyak mentah. Mereka mengatakan telah ada sedikit perubahan secara fundamental untuk menjelaskan reli harga dala dua minggu terakhir. (Nrm)