Sukses

Tutup Perdagangan Saham 2014, IHSG Sentuh Level 5.226

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bervariasi dengan kecenderungan menguat saat penutupan perdagangan saham pada 2014. Penguatan itu ditopang dari sepuluh sektor saham kompak menguat.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (30/12/2014), IHSG menguat 48,57 poin (0,94 persen) ke level 5.226,94. Indeks saham LQ45 mendaki 0,65 persen ke level 898,58. Seluruh indeks saham menghijau saat penutupan perdagangan saham.

Pada hari ini, IHSG sempat dibuka turun tipis ke level 5.177,94. IHSG sempat sentuh level tertinggi 5.226,94 dan terendah 5.175,64.

Pada 2014, IHSG sempat sentuh level tertinggi sepanjang sejarah pasar modal di kisaran 5.246,48 pada 8 September 2014. Sebelumnya IHSG sempat sentuh rekor di kisaran level 5.214,98 pada 20 Mei 2013. IHSG turun tipis 0,98 persen ke level 4.274,18 pada penutupan perdagangan saham 2013.

Penguatan IHSG ditopang 193 saham di zona hijau. Meski demikian, penguatan IHSG terbatas karena 144 saham melemah. Adapun 72 saham lainnya diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham pada hari ini cukup ramai. Hal itu mengingat ada transaksi besar di pasar saham negosiasi. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 209.877 kali dengan volume perdagangan saham 10,50 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 8,89 triliun.

Secara sektoral, sepuluh sektor saham menghijau. Penguatan sektor saham dipimpin oleh sektor saham perdagangan naik 2,32 persen, lalu disusul sektor saham perkebunan mendaki 1,99 persen, dan sektor saham aneka industri menanjak 1,62 persen.

Saat penutupan perdagangan saham, investor asing melakukan aksi beli sekitar Rp 2,5 triliun. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual sekitar Rp 2,5 triliun.

Sejumlah saham lapis kedua dan ketiga mencatatkan kenaikan tajam. Saham DSFI naik 20,48 persen ke level Rp 200 per saham, saham SIAP mendaki 5,2 persen ke level Rp 465 per saham, dan saham CPRO naik 4,04 persen ke level Rp 103 per saham.

Saham berkapitalisasi besar juga menguat antara lain saham INDF naik 1,89 persen ke level Rp 6.750 per saham, saham AALI mendaki 2,21 persen ke level Rp 24.250 per saham.

Sedangkan saham-saham yang menekan indeks saham antara lain saham TRAM turun 8,26 persen ke level Rp 211 per saham, saham WSKT tergelincir 2,65 persen ke level Rp 1.470 per saham, dan saham ANTM merosot 2,74 persen ke level Rp 1.065 per saham.

Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menuturkan, bursa saham cenderung minim sentimen saat penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini. Pelaku pasar dinilai mengharapkan IHSG dapat berakhir positif untuk menunjukkan kinerja yang baik dibandingkan tahun 2013.

"Tidak ada sentimen baru saat ini. Malah bursa saham Asia turun, dan pelaku pasar harap IHSG dapat ditutup di zona positif," ujar Reza saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menuturkan, saat ini pelaku pasar cenderung menanti keputusan pemerintah soal penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang baru. Sentimen itu juga yang membuat investor asing masih melakukan aksi ambil untung hingga ada kepastian.

Terkait gerak IHSG sepanjang 2014, Reza menuturkan, ada sejumlah sentimen baik global dan dalam negeri yang pengaruhi laju IHSG. Perlambatan ekonomi China dan keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) untuk mengurangi pembelian obligasi atau tapering off berdampak ke IHSG.

"Namun pelaksanaan pemilihan umum 2014 baik legislatif dan presiden serta wakil presiden membuat IHSG tetap di zona positif," kata Reza.

Pertumbuhan Kinerja IHSG 2014

Berdasarkan penutupan perdagangan saham 29 Desember 2014, IHSG telah naik 21,15 persen ke level 5.178,37 dari penutupan IHSG pada 2013 di level 4.274,18. Penguatan IHSG itu ditopang dari sektor saham properti, real estate konstruksi sebesar 54,77 persen, sektor saham keuangan sebesar 35,15 persen, dan sektor saham infrastruktur mencapai 23,98 persen.

Selain itu, aliran dana investor asing yang masuk ke bursa saham mencapai Rp 40 triliun sepanjang 2014. Aliran dana investor asing itu juga yang menopang penguatan IHSG.