Sukses

Negara yang Untung dan Rugi dengan Turunnya Harga Minyak Dunia

Liputan6.com, Moscow - Dalam beberapa tahun, harga minyak dunia cukup stabil dengan berada pada level sekitar US$ 110 per barel atau sekitar Rp 1,3 juta (Kurs: Rp 12.497/US$). Tetapi, semenjak bulan Juni lalu, harga minyak dunia mengalami tren penurunan yang sangat drastis menjadi sekitar US$ 60 per barel.

Penurunan harga yang drastis ini terutama dikarenakan kebijakan negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC untuk tidak memangkas kuota produksi. Padahal, cara paling realistis untuk mengembalikan minyak ke harga normal adalah dengan mengurangi kuota produksi.

Turunnya harga minyak membawa beberapa dampak yang sifatnya global. Negara-negara pengimpor minyak misalnya, dengan turunnya harga minyak dunia mereka mendapat untung karena harus membayar lebih sedikit. Tetapi hal yang sebaliknya berlaku untuk eksportir karena pendapatan mereka yang menurun signifikan.

Apa saja negara yang untung dan apa saja negara yang rugi dengan turunnya harga minyak dunia? Berikut ulasannya seperti yang dikutip dari Sky News, Sabtu (20/12/2014).

2 dari 3 halaman

Negara yang Diuntungkan

Negara yang Diuntungkan

1. India. Untuk memenuhi kebutuhan negaranya, India mengimpor minyak hingga 75 persen. Saat harga minyak turun, India mendapat 'durian runtuh' dengan meningkatnya keuangan negara.

2. Jepang. Hampir seluruh kebutuhan Jepang akan minyak didapatkan dengan impor. Harga minyak yang tinggi membantu inflasi tetap tinggi, yang mana hal tersebut sangat penting untuk perencanaan ekonomi Jepang agar kembali ke jalurnya.

3. Amerika Serikat. Dengan turunnya harga minyak, berarti lebih banyak uang yang dimiliki ratusan juta konsumen dan bisa digunakan untuk hal lain.

4. Inggris. Dengan harga minyak rendah, inflasi Inggris mencapai level terendah sejak 12 tahun terakhir.

3 dari 3 halaman

Negara yang Dirugikan

Negara yang Dirugikan

1. Rusia. Sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia, turunnya harga minyak membuat pendapatan nasional mereka berkurang drastis.

2. Venezuela. Negara Amerika Latin ini memperoleh 96 persen pendapatannya dari kegiatan ekspor minyak. Bisa dibayangkan berapa uang yang hilang dari negara tersebut.

3. Arab Saudi. Arab Saudi adalah eksportir minyak terbesar di dunia. Dengan turunnya harga minyak, pendapatan negara tersebut turun. Tetapi, dengan cadangan anggaran yang besar, turunnya harga minyak dalam jangka pendek tidak akan berpengaruh pada perekonomian negara mereka. (Rio Apinino/Gdn)

BERANI BERUBAH: Sayur Online Rezeki Puasa