Sukses

Wall Street Menghijau Ditopang Penguatan Saham Energi

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menghijau membawa indeks S&P 500 mencetak kenaikan terbesar sejak Oktober. Penguatan ini ditopang pergerakan saham energi serta pernyataan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) yang menyatakan akan bersabar sebelum menaikkan suku bunga pertama kali sejak 2006.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (18/12/2014), Indeks S&P 500  naik 1,6 persen menjadi 2.003,44. Indeks acuan kembali naik setelah terjun bebas selama tiga sesi. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 229,56 poin atau 1,3 persen ke 17.298,43. 

Harga minyak mentah telah merosot hampir 50 persen selama enam bulan merespons keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang berusaha untuk mempertahankan produksi minyak saat  AS kebanjiran shale gas.

Semua sektor utama dalam indeks S&P 500 menguat, dengan saham energi melompat 3,7 persen usai naik 0,7 persen kemarin. Saham bahan mentah bertambah 2,1 persen.

Noble Energy Inc naik 7 persen dan Nabors Industries Ltd melonjak 6,4 persen, sementara Newfield Exploration Co naik 6,4 persen dan Transocean Ltd naik 5,9 persen. Exxon Mobil Corp dan Chevron Corp naik setidaknya 2,9 persen.

The Fed menyatakan akan bersabar sebelum memutuskan untuk menaikkan suku bunga demi menjaga agar suku bunga pinjaman mendekati nol untuk waktu yang cukup dan meningkatkan penilaian dari pasar tenaga kerja.

Indeks S&P 500 naik sebanyak 2 persen sebelum mengupas keuntungan setelah Gubernur The Fed Janet Yellen mengatakan kenaikan suku bunga ini mungkin pada setiap pertemuan. Namun  Yellen mengatakan dia tidak meramalkan kenaikan pertama suku bunga untuk setidaknya dalam beberapa pertembuan berikutnya. (Ndw)